Kamis, 18 Jun 2026 15:37 WIB

Wayangan Babad Wanamarta, Ubaya: Indonesia Berjuang Raih Kemerdekaan

Penyerahan gunungan kepada dalang Ki Sinarto. (Foto: Fahrizal tito/jatimnow.com)
Penyerahan gunungan kepada dalang Ki Sinarto. (Foto: Fahrizal tito/jatimnow.com)

Mojokerto - Universitas Surabaya (Ubaya) menggelar pertunjukan wayang kulit dalam dalam rangka memperingati HUT ke-77 Kemerdekaan Indonesia, di Kampus III Ubaya Training Center, Jl. Udayana, Desa Tamiajeng, Trawas, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (3/9/2022).

Dalam pertunjukan wayang kulit tersebut Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Kadis Disbudpar) Provinsi Jawa Timur, Sinarto, yang bertindak sebagai dalang itu mempertunjukkan wayang dengan judul “Babad Wanamarta”.

Baca Juga: 22 Lulusan SMA Santo Carolus Surabaya Berhasil Tembus PTN

Acara diawali dengan penyerahan wayang oleh Ketua Yayasan Universitas Surabaya, Anton Prijatno, S.H. kepada sang dalang Ki Sinarto. Dalam penyerahan itu juga nampak Bupati Kabupaten Mojokerto, Dr. Ikfina Fahmawati dalam acara tersebut.

Selain pertunjukan wayang, ada pula penampilan dagelan dari pelawak Agus Kuprit, Cak Tawar, dan Proborini.

Rektor Ubaya, Dr. Ir. Benny Lianto, M.M.B.A.T, mengatakan pagelaran wayang sudah menjadi tradisi Ubaya sejak dulu dan kembali diadakan sebagai momen melangkah pascapandemi.

“Ubaya ingin menggaungkan budaya asli Indonesia ke lintas generasi. Sesuai tema Babad Wanamarta, kami ingin semua generasi bisa bersatu dalam membangun kehidupan baru yang lebih baik,” ujarnya.

Sehingga dalam wayangan yang digelar semalam suntuk yang menghadirkan Cerita wayang “Babad Wanamarta” menggambarkan Indonesia saat berjuang meraih kemerdekaan.

Baca Juga: Mahasiswa FIK Ubaya Sabet Tiga Gelar di Asian Student Fashion Week 2026

Lakon ini mengisahkan usaha Puntadewa, Bima, Arjuna, Nakula, dan Sadewa atau Pandawa dalam mendirikan istana di Hutan Wanamarta.

Hutan tersebut terkenal sangat angker sehingga mustahil dimasuki siapapun. Pandawa pun harus mengalahkan serangan dari makhluk penunggu hutan.

"Dengan ketekunan, pantang menyerah, serta kesungguhannya, Pandawa akhirnya berhasil mendirikan istana megah yang diberi nama Amarta," bebernya.

Baca Juga: Reforma Agraria Dinilai Penting untuk Ketahanan Pangan Nasional

Melalui pagelaran wayang ini, Ubaya ingin mengajak masyarakat untuk mencintai budaya lewat hiburan lokal. Benny berharap, nilai-nilai baik dalam cerita wayang ini dapat dihayati dalam kehidupan sehari-hari.

“Ubaya berupaya untuk terus menjaga kelestarian kesenian lokal, khsususnya wayang kulit, agar dapat dinikmati masyarakat dari masa ke masa," ungkapnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.