Rabu, 17 Jun 2026 22:10 WIB

Main Bareng Anak-anak di Festival Memengan, Anas: Ajarkan Kekompakan

  • Penulis :
  • | Sabtu, 21 Jul 2018 16:11 WIB
Bupati Anas saat main bareng anak-anak di Festival Memangan tradisional/Foto: istimewa
Bupati Anas saat main bareng anak-anak di Festival Memangan tradisional/Foto: istimewa

jatimnow.com – Akhir pekan ini menjadi momen istimewa anak-anak Banyuwangi. Ribuan anak-anak berhasil mengajak Bupati Abdullah Azwar Anas bermain-main. Bukannya canggung, Anas malah terlihat bersemangat bermain bareng, bahkan ikut lompat tali karet. 

Dor..dor.. peluru bunga jambu dimuntahkan dari senapan pelepah pisang menyerang Bupati Anas yang sedang tiarap. Tak mau kalah, Anas membalas serangan tersebut sembari diikuti sekutunya.

Baca Juga: Ratusan Peserta Meriahkan Festival Olahraga Tradisional di Tulunggagung

Dor.. “Yeay, menang,” teriak Anas diikuti anak-anak SD yang menjadi sekutunya. Mereka pun langsung mengangkat tinggi tangannya bebarengan tanda kemenangan. 

Kegembiraan tersebut terpencar dari rona muka Anas dalam Festival Memengan (permainan) tradisional, yang digelar di halaman kantor Pemkab Banyuwangi, Sabtu (21/7/2018).

Dia mengaku sangat senang bisa bermain permainan tradisonal. Mainan ini mengingatkan Anas dan semua yang hadir akan kenangan indah masa kecilnya. 

"Mainan tradisional ini memang membutuhkan energi, tapi menyenangkan. Banyak hal baik di dalamnya, mulai mengajarkan kekompakan, guyub, dan menyehatkan," jelas Anas. 

Festival ini melibatkan 5.000 anak SD se-Banyuwangi yang memainkan bermacam-macam permainan lawas. Mereka berparade sepanjang 2 km menampilkan kepiawaiannya di hadapan publik. 

Ada yang main egrang bambu, egrang batok kelapa, gasingan, bedhil-bedhilan, gobag sodor, engklek, lintang aliyan, serta balapan velg. Keceriaan dan kegembiraan pun terlukis di wajah polos ribuan anak tersebut.

Baca Juga: Festival Santri 2025 di Jember, Syiar Islam dan Penguatan Karakter

Jerit girang dan pekik keceriaan ribuan bocah ini juga menggema di sepanjang rute. Apalagi saat siswa ada yang bermain balap karung sambil jalan meloncat-loncat, penonton pun menyoraki dan menyemangati mereka. 

Setelah itu, tampil juga permainan tarik tambang, dagongan, hulahop, lompat tali, dan mobil-mobilan bambu. 

Bahkan Bupati Anas juga terlihat asyik bermain lompat tali. "Capek, tapi asyik. Jadi ingat dulu, ini dulu mainan kakak saya dan teman saya SD," kata Anas sambil tergelak. 

Salah satu peserta Festival Memengan Tradisional, Risda Martadia, dari SDN 7 Jambewangi mengaku senang bisa ikut meramaikan festival ini. Risda bermain Lintang Alihan bersama tujuh orang temannya. Permainan ini membutuhkan kecekatan dan kerjasama antar sesama pemain. 

Baca Juga: Penari Asal Meksiko Meriahkan Festival Jaranan Trenggalek Terbuka

“Senang sekali ikut festival ini. Bisa mencoba mainan dari kelompok lain. Pokoknya seneng banget, bisa kejar-kejaran, lompat, dan tertawa bareng-bareng," ujar Risda.

Banyuwangi konsisten memberikan panggung bagi anak-anak untuk berkreasi. Belasan event yang dihadirkan yang menjadikan anak sebagai aktor utama.

Selain festival permainan tradisional, masih ada Lalare Orkesyra konser para musikus cilik Banyuwangi yang digelar Sabtu malam nanti. Bahkan, tiap hari digelar atraksi seni di alun-alun kota yang dimainkan siswa sekolah.  

Penulis/editor: Arif Ardianto 

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.