Kamis, 18 Jun 2026 05:52 WIB

BPJS Kesehatan Ungkap 180 Ribu Peserta Mandiri di Sidoarjo Menunggak Iuran

Rapat Hearing BPJS Kesehatan bersama Komisi D DPRD Sidoarjo (Foto: Zainul Fajar/jatimnow.com)
Rapat Hearing BPJS Kesehatan bersama Komisi D DPRD Sidoarjo (Foto: Zainul Fajar/jatimnow.com)

Sidoarjo - Hingga periode Agustus tahun 2022, BPJS Kesehatan Cabang Sidoarjo menyebut 180 ribu jiwa dari peserta mandiri yang tercatat menunggak pembayaran iuran.

Kepala BPJS Cabang Sidoarjo Yessy Novita memaparkan bahwa angka tersebut diperoleh dari total 300 ribu jiwa peserta yang terdaftar sebagai peserta mandiri di BPJS Kesehatan Cabang Sidoarjo.

Baca Juga: Ahli Waris Pekerja Rentan di Sidoarjo Terima Santunan JKM Rp42 Juta

"Dari 180 ribu jiwa peserta mandiri yang menunggak, kalau dirupiahkan bisa mencapai Rp190 miliar," kata Yessy Novita.

Pihaknya menjelaskan ratusan ribu peserta yang menunggak pembayaran iuran itu, salah satu faktornya adalah keikutsertaan mereka ke dalam peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) Pemkab Sidoarjo yang telah dinonaktifkan dan kemudian beralih ke pesertaan mandiri

"Ketikan PBI Pemda itu dicabut, maka masyarakat banyak yang beralih menjadi peserta mandiri. Tapi yaitu ketika kebutuhannya selesai mereka tidak lagi membayar iuran," imbuhnya.

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan dan Kemenkop Perkuat Jaminan Sosial Ekosistem Koperasi

Ditemui usai hearing (dengar pendapat) bersama dengan Komisi D DPRD Sidoarjo, Yessy menerangkan bahwa data dari PBI, PPU dan PBPU & BP kepesertaan yang aktif hanya 1.347 ribu jiwa dari total 1,9 juta penduduk atau setara hanya 68 persen dari total penduduk.

"Upaya yang kami lakukan untuk meningkatkan jumlah keaktifan peserta ialah dengan mempercepat pemenuhan kuota PBI-JK dan kita juga langsung turun ke desa-desa atau jemput bola," ungkapnya.

Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo

Sementara Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo Abdillah Nasih menyampaikan bahwa selain meningkatkan jumlah keaktifan peserta juga harus dibarengi dengan pelayanan kepada masyarakat yang maksimal.

"Biar seimbang, jangan hanya di jumlah keaktifan peserta yang ditingkatkan, tapi pelayanan kepada juga harus lebih ditingkatkan," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.