Minggu, 21 Jun 2026 12:18 WIB

Dinsos Tulungagung Akan Bahas Hilangnya BPNT Milik Warga Selama 4 Tahun

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tulungagung Suyanto.(Foto: Bramanta Pamungkas)
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tulungagung Suyanto.(Foto: Bramanta Pamungkas)

Tulungagung - Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang tercatat milik Sukatmi (51), warga Kelurahan Bago, Tulungagung, hilang misterius selama 4 tahun. Kasus tersebut mendapat perhatian dari Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Tulungagung. Mereka akan memanggil sejumlah pihak untuk dimintai keterangan. Terutama terkait kronologi dan penyebab Sukatmi tidak pernah mendapatkan kartu yang telah dikeluarkan sejak 2018. Pihak Dinsos juga berencana mempertemukan semua pihak, termasuk bank yang ditunjuk untuk menyalurkan bantuan guna menemukan titik terang kasus ini.

Kepala Dinas Sosial Tulungagung Suyanto mengatakan, berdasarkan informasi sementara yang diterima terdapat dua nama Sukatmi yang masuk dalam nama penerima BPNT. Permasalahan muncul karena satu rekening digunakan oleh dua nama tersebut.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

"Informasi sementara yang kami terima dari beberpa pihak masalahnya di situ, ada satu rekening yang sama digunakan untuk dua penerima," ujarnya, Jumat (26/08/2022).

Untuk menyelesaiakan masalah ini, Suyanto akan menggelar pertemuan dengan semua pihak terkait pada Selasa (30/08/2022). Beberapa pihak seperti korban, pendamping TKSK, kelurahan hingga bank akan diundang dalam pertemuan. Diharapkan permasalahan ini menemui titik terang dan solusinya.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

"Siapa yang salah akan terungkap dalam pertemuan ini, yang jelas masalah harus diselesaikan," tuturnya.

Sebelumnya, Sukatmi mengaku tidak mentahui bahwa namanya masuk dalam daftar penerima BPNT. Sukatmi baru mengetahui setelah pihak RT meminta warga untuk melakukan pengecekan. Hasilnya nama Sukatmi beserka NIK masuk dalam daftar penerima. Setelah dilakukan pengecekan ke kelurahan hingga ke bank, ternyata Sukatmi sudah terdaftar sejak 2018. Selama 4 tahun hak bantuan miliknya diambil orang lain. Ironisnya salah seorang petugas kelurahan meminta Sukatmi untuk mengikhlaskan hilangnya bantuan tersebut.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

 

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.