Rabu, 17 Jun 2026 18:34 WIB

Khofifah Lepas Ekspor 14.150 Pasang Sepatu Produksi Madiun ke China

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di PT Dwi Prima Sentosa Madiun.(Foto: Humas Pemprov Jatim)
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di PT Dwi Prima Sentosa Madiun.(Foto: Humas Pemprov Jatim)

Madiun - Sebanyak 14.150 pasang sepatu produksi PT Dwi Prima Sentosa (PT. DPS) diekspor ke China. Pelepasan ekspor dipimpin langsung Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa.

"Hari ini kami mendapatkan good news dari Madiun melalui PT. DPS yang baru produksi April 2021, tapi hari ini sudah akan melepas ekspor ke-91 kalinya ke 33 negara. Semoga semua proses berjalan lancar dari ekspor yang hari ini akan kami luncurkan, semuanya berjalan dengan sukses lancar dan ekspor-ekspor berikutnya bisa terus ditumbuhkembangkan," kata Khofifah di halaman PT DPS, Dusun Krapyak, Desa Purworejo, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, Jumat (26/8).

Baca Juga: Indowood Expo 2026 Dibuka di Surabaya, Jatim Bidik Pasar Ekspor Global

Khofifah menambahkan, ekspor sepatu Yonex setara 28 ton tersebut tentu menjadi penanda bahwa Jatim siap serta optimistis untuk pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat.

"Tentu hal ini harus kami dukung bersama. Mudah-mudahan terus bisa mencapai sukses dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat Kabupaten Madiun dan Jawa Timur pada umumnya," ucapnya.

Saat ini, dunia tengah menghadapi dinamika yang memicu potensi terjadinya krisis energi, pangan dan ekonomi. Mengutip pesan Presiden Joko Widodo untuk tetap 'Eling lan Waspodo', Khofifah mengatakan bahwa diperlukan penguatan dari berbagai sektor agar mampu menghadapi tantangan global. Termasuk yang dilakukan PT DPS Untuk ekspansi pasar ekspor ke berbagai negara dan sudah mencapai 33 negara.

"Ini kami apresiasi PT DPS dapat mengekspor sepatu ke China. Padahal di sana dikenal sebagai pusat produksi sepatu juga. Ada kualifikasi tertentu dari sepatu yang diproduksi Indonesia, khususnya PT DPS di Jatim ini," tutur Khofifah.

Diketahui, PT DPS memiliki 3 pabrik yang kesemuanya ada di Jatim. Yaitu Mojokerto, Ngawi dan salah satu cabangnya terletak di Caruban, Madiun. Gubernur Khofifah mengungkapkan bahwa PT. DPS juga akan melakukan ekstensifikasi dari PT DPS 3 ke PT DPS 4. Diharapkan, PT DPS mampu tumbuh dan berkembang sehingga bisa menjadi penguat ekosistem ekonomi yang inklusif di Madiun.

Baca Juga: Sempat Padam Tadi Malam, Pasokan Listrik Subsistem Ngimbang Kembali Aman

"Ini akan menjadi bagian dari penguatan ekonomi yang inklusif. Yaitu, pertumbuhan ekonomi diikuti serapan tenaga kerja dan kemiskinannya bisa diturunkan. Pabrik sepatu termasuk padat karya ," harapnya.

Selain itu, Khofifah juga berharap agar sinergitas Pemkab Madiun dan PT DPS dapat terus berjalan baik. Sekaligus dapat ditumbuhkembangkan dengan melakukan proses rekruitmen sebanyak mungkin dari masyarakat Madiun sesuai dengan ketrampilan yang dibutuhkan perusahaan.

"Kami berharap pabrik yang seratus persen produknya ekspor ini akan terus berproduksi secara lebih signifikan lagi," pungkasnya.

Baca Juga: Kolaborasi Pertamina dan Warga Ubah Sampah Jadi Nilai Ekonomi

Sementara itu, Manager Ekspor Impor PT DPS Madiun Irawan melaporkan bahwa perusahaannya bergerak di bidang sepatu olahraga dengan negara tujuan ekspor Asia dan Eropa. Nilai investasi untuk perusahaan di DPS 3 saja kurang lebih Rp98 miliar dengan total jumlah karyawan 1.256 orang. Mewakili seluruh direksi dan manajemen PT DPS, ia menyampaikan terima kasih Atas kehadiran Gubernur Khofifah berserta jajaran dan Bupati Madiun.

"Atas nama manajemen PT Dwi Prima Sentosa, menyampaikan banyak terima kasih mengucapkan selamat datang kepada gubernur beserta rombongan dan bapak bupati Madiun telah meluangkan waktu untuk menghadiri acara pelepasan kontainer ekspor ke China," kata Irawan.

Acara pelepasan juga dihadiri sejumlah pejabat. Antara lain Bupati Madiun, Dandim 0803 Madiun, Kapolres Madiun, Ka. OPD Pendamping, dan jajaran manajemen PT. Dwi Prima Sentosa Madiun.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.