Rabu, 22 Jul 2026 04:26 WIB

Kolaborasi Pertamina dan Warga Ubah Sampah Jadi Nilai Ekonomi

Proklim Pesanggrahan di Madiun berkembang jadi kampung berkelanjutan lewat kolaborasi warga, Pertamina, dan akademisi. (Foto: Pertamina for jatimnow.com)
Proklim Pesanggrahan di Madiun berkembang jadi kampung berkelanjutan lewat kolaborasi warga, Pertamina, dan akademisi. (Foto: Pertamina for jatimnow.com)

jatimnow.com - Program Kampung Iklim (Proklim) Pesanggrahan di Kota Madiun berkembang menjadi contoh kampung berkelanjutan berbasis pemberdayaan masyarakat.

Warga, terutama perempuan, mengolah sampah rumah tangga menjadi produk bernilai ekonomi seperti kompos, ecoenzym, hingga kerajinan tangan.

Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Kawal B50, Ekonom UB: Solusi Cerdas Tekan Impor Minyak

Gerakan pengelolaan sampah di Pesanggrahan lahir dari kebutuhan mengatasi persoalan lingkungan di tingkat rumah tangga.

Kini, aktivitas tersebut berubah menjadi upaya kolektif yang mendorong kemandirian sekaligus memperkuat ketahanan terhadap perubahan iklim.

Kampung Iklim Pesanggrahan juga menarik perhatian kalangan akademisi. Mahasiswa Pascasarjana Program Studi Penyuluhan Pembangunan Universitas Sebelas Maret (UNS) menjadikannya lokasi Kuliah Kerja Lapangan (KKL).

Mereka tidak hanya melakukan observasi, tetapi ikut terlibat dalam praktik pengelolaan lingkungan bersama warga.

Ketua Proklim Pesanggrahan, Kurnia Fidia Wati, menyebut kunjungan tersebut memberi manfaat dua arah.

“Kegiatan ini menjadi ruang belajar langsung tentang bagaimana kolaborasi antara perusahaan, masyarakat, dan akademisi bisa tumbuh menjadi gerakan bersama dalam menjaga lingkungan sekaligus memperkuat kapasitas masyarakat menghadapi perubahan iklim,” ujarnya.

Ketua Program Studi Pascasarjana Penyuluhan Pembangunan UNS, Hanifah Ihsaniyati, menilai pengalaman lapangan menjadi penghubung penting antara teori dan praktik.

Baca Juga: Viral Isi BBM Ditolak karena Pajak Mati, Ini Penjelasan Pertamina

“Mahasiswa melihat langsung proses partisipasi dan kolaborasi berjalan di masyarakat. Itu membantu memahami pembangunan berkelanjutan secara lebih utuh,” katanya.

Mahasiswa peserta KKL, Deni S. Ramadhan, merasakan dampak langsung dari keterlibatan tersebut. Ia menyebut perubahan besar justru lahir dari langkah kecil yang dilakukan bersama.

“Ketika masyarakat, perusahaan, dan akademisi berjalan beriringan, dampaknya bisa nyata bagi lingkungan dan kehidupan sosial,” ujarnya.

Keberhasilan Proklim Pesanggrahan tidak terlepas dari dukungan Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Madiun.

Baca Juga: Pertamina dan BPH Migas Pastikan Distribusi BBM Subsidi di Jatim Kembali Normal

Perusahaan energi tersebut secara konsisten mendampingi program lingkungan berbasis masyarakat melalui skema Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Fuel Terminal Manager Madiun, Kadek Dwi Ariyanto, mengapresiasi peran aktif warga. “Program ini memberi dampak lokal sekaligus membawa nama baik hingga tingkat internasional, termasuk dalam ajang penghargaan di Quanzhou, China. Kami berharap kolaborasi terus berkembang dan memberi manfaat lebih luas,” katanya.

Sementara Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menegaskan bahwa pendekatan kolaboratif menjadi kunci keberhasilan.

“Pemberdayaan akan kuat jika industri, akademisi, dan masyarakat saling menguatkan. Dari situ lahir ekosistem yang adaptif terhadap tantangan lingkungan sekaligus mendorong kemandirian,” ujarnya.

Dengan gotong royong yang terus dijaga, Proklim Pesanggrahan menunjukkan kampung berkelanjutan bukan sekadar konsep. Upaya tersebut telah berjalan, tumbuh, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.