Senin, 22 Jun 2026 13:54 WIB

Kelas Nyaris Roboh, Murid SDN 2 Karangpatihan Ponorogo Belajar di Tenda

Siswa belajar di tenda.(Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)
Siswa belajar di tenda.(Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)

Ponorogo - Sejumlah murid SDN 2 Karangpatihan, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, harus belajar di tenda. Mereka terpaksa mengungsi karena ruang kelasnya nyaris roboh.

Pantauan di lokasi, puluhan murid memindahkan meja dan kursi belajar dari ruang kelas tenda darurat yang dipasang sehari sebelumnya. Setelah semuanya tertata rapi, proses belajar mengajar pun dimulai.

Baca Juga: Sekolah di Tulungagung Terdampak Gempa, Dispendik Usulkan Rehabilitasi

Ada 4 kelas yang proses belajar mengajarnya dipindahkan ke tenda darurat. Yakni kelas 1, 2, 3 dan 4. Sedangkan kelas 5 dan 6 bertahan di ruang kelas karena tenda darurat tidak cukup.

“Ruangan kelas sudah terlalu parah rusaknya. Kebanyakan siswa takut. Setiap ada angin kencang bunyi kretek-kretek di atasnya. Siswa takut untuk belajar di dalam kelas,” ujar Wali Kelas 1 SDN 2 Karangpatihan, Nurhadi, Jumat (26/8/2022).

Menurut Nurhadi, sebenarnya belajar di tenda tidak efektif. Siswa menjadi gaduh karena dijadikan satu. Di dalam tenda panas saat siang hari. Begitu pula saat hujan akan muncul permasalahan lain. Akan tetapi tidak ada pilihan lain. Sebab jika tetap belajar di ruang kelas, dikhawatirkan roboh. Untuk itu, diharapkan segera ada perbaikan ruang kelas di SDN 2 Karangpatihan.

Baca Juga: Tiga Ruang SDN di Tulungagung Rusak Parah Terkena Longsor

“Harapan saya, baik pemda maupun pusat untuk segera membantu merehabilitasi gedung,” harapnya.

Sebelumnya, sebenarnya Dinas Pendidikan (Dindik) mengalokasikan dana perbaikan gedung sekolah di SDN 2 Karangpatihan. Rencananya pihak sekolah mendapatkan Dana Alokasi Umum (DAU).

Kabid Pembinaan SD Dindik Ponorogo Edi Supriyanto menjelaskan, dana yang dikucurkan mencapai Rp142 juta. Dana sebesar itu sudah turun dan tinggal menunggu realisasinya saja.

Baca Juga: Potret Sekolah Rusak di Lamongan, Siswa Belajar di Musala

“Kami mengajukan 3 ruang kelas di SDN 2 Karangpatihan. Tetapi yang disetujui pemerintah pusat hanya satu ruang saja,” kata Edy.

Untuk tiga kelas, perkiraan dananya Rp400 juta sampai Rp500 juta. Tetapi yang disetujui hanya satu dengan dana Rp142 juta. Selanjutnya untuk perbaikan 2 ruang kelas yang masih rusak akan diusulkan pada PAK tahun ini.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.

Hilang Kendali, Dua Pemotor Asal Nganjuk Tewas Terjun ke Waduk Kalimati Sidoarjo

Dua pengendara motor tewas tenggelam usai tercebur ke Waduk Kalimati, Prambon, Sidoarjo. Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi jasad keduanya pada Senin dini hari.