Selasa, 16 Jun 2026 18:14 WIB

Demo Sengketa Lahan di Lamongan Ricuh, Pengacara Babak Belur

Kericuhan demo tolak pengukuran tanah di Desa Dateng, Laren, Lamongan. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Kericuhan demo tolak pengukuran tanah di Desa Dateng, Laren, Lamongan. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

Lamongan - Sengketa hak atas lahan di Desa Dateng, Kecamatan Laren, Lamongan kian memanas. Terbaru, demo tolak pengukuran tanah oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) malah berujung ricuh dan melukai seorang pengacara.

Pengacara bernasib malang itu diketahui berseberangan dengan warga desa saat demo terjadi. Ia bermaksud mengawal jalannya pengukuran tanah oleh BPN mewakili pihak penggugat.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

Koordinator aksi, Hajar Tunggal Manik mengungkapkan insiden tersebut terjadi spontan dan tidak ada rencana mengincar maupun niatan sebelumnya. Warga, kata Hajar, hanya berniat melakukan demo maraton ke-3 dari kasus sengketa lahan Proyek Waduk Jabung Ring Dyke.

"Warga ini sudah susah karena keberadaan para penggarap, air untuk pertanian susah. Malah pengacara itu memancing emosi warga dan sering sesumbar jika dirinya bisa memenangkan klien yang ia bela," ujar Hajar, Kamis (25/8/2022).

Dijelaskan Hajar, gejolak warga Desa Dateng membuncah sejak mengetahui adanya santunan ganti rugi penggunaan lahan Proyek Waduk Ring Dyke. Namun, santunan itu malah diterimakan kepada penggarap lahan yang nota bene adalah warga luar daerah.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

"Sejak adanya alih fungsi lahan, justru yang paling terdampak itu warga desa para petani yang kesulitan air, tapi yang diuntungkan malah penggarap," terangnya.

Aksi demo penolakan pengukuran ini, disebutkan Hajar, lantaran tidak adanya titik temu antara warga dan penggarap. Penggarap enggan membagi santunan dengan warga desa, meskipun lahan tersebut berada persis dalam wilayah strategis desa.

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

Sementara itu, Kabag OPS Polres Lamongan Kompol Slamet Agus Sumbono mengatakan, pengamanan sudah dilakukan sesuai SOP dengan ratusan personel gabungan diterjunkan namun pengacara itu malah tidak mematuhi arahan polisi.

"Pada saat rapat kita sudah sepakat untuk mengawal, tapi tiba-tiba dia (pengacara) cari jalan alternatif lain dan akhirnya di massa sama warga," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.