Jumat, 19 Jun 2026 05:16 WIB

Penerima Bantuan Pembangunan MCK di Pamekasan Masih Keluarkan Uang Pribadi

Penerima program bantuan pembangunan MCK di Desa Majungan, Kecamatan Pademawu, Pamekasan.(Foto: Fathor Rahman)
Penerima program bantuan pembangunan MCK di Desa Majungan, Kecamatan Pademawu, Pamekasan.(Foto: Fathor Rahman)

Pamekasan - Realisasi program bantuan pembangunan tempat mandi cuci kakus (MCK) di Desa Majungan, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, diduga dimanipulasi. Sebab material bangunan yang diterima masyarakat hanya sedikit.

Data yang dihimpun jatimnow.com, bantuan pembangunan MCK di Desa Majungan sebanyak 53 unit. Setiap titik dianggarkan Rp10 juta. Jadi total anggaran yang digelontorkan ke desa tersebut sebesar Rp530 juta dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

Penelusuran di lokasi, bantuan material diduga tidak utuh. Sebab penerima hanya dikirim material dengan jumlah sedikit. Seperti dialami Harto, salah satu penerima bantuan pembangunan MCK di Desa Majungan. Ia mengaku material pasir yang diterimanya satu pikap, semen tujuh sak dan 350 batu bata. Termasuk satu unit jamban, pintu plastik, dan paralon.

"Ada juga batu untuk pondasi sebanyak 9. Sementara seng untuk atap ada dua, " ungkapnya, Senin (22/8/2022).

Ukuran MCK yang dibuatnya memang lebih besar dari semestinya. Salah satu perangkat desa setempat menyatakan jika ukuran mau diperbesar, maka material juga ditambah dengan beli sendiri.

"Saya beli semen sendiri sebagian, pak. Juga menambah pasir. Karena pasir dari bantuan habis. Di sini sudah selesai hanya menunggu alat tangki pembuangan," imbuhnya.

Baca Juga: Tahun Akhir Berat di Sibolga,SPS Corporate Hadir Bantu Warga Mulai Kembali dari Nol

Pantauan di lokasi, ukuran bangunan MCK milik Harto lebih besar dari ketentuan. Namun bangunan baru itu menempel ke rumahnya. Jadi hanya dibangun tiga dinding saja.

Jika dikalkulasi dengan hitungan maksimal, jumlah material yang diterimanya tidak mencapai Rp4 juta. Belum termasuk saptic tank. Sementara anggaran per titik sebesar Rp10 juta.

Salah satu kepala bidang di Kantor Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Pamekasan Arif saat dikonfirmasi membenarkan anggaran MCK di Desa Majungan sebesar Rp530 juta. Menurutnya, setiap titik jumlah material tidak sama. Namun, pihaknya membenarkan jika setiap MCK ada ukuran khusus.

Baca Juga: Misi Kemanusiaan PGN, Tembus Desa Terisolasi dan Salurkan Bantuan Rp2,5 Miliar

"Setiap titik jumlah materialnya tidak sama. Jika ada lebih dialihkan ke lokasi lain," katanya.

Sebelumnya, pihaknya mengelak jika setiap titik Rp10 juta. Namun, pihaknya membenarkan jika satu paket bangunan MCK sudah ada ketentuannya. Jadi material yang diterima sesuai bangunan seluas 1,2 x 1,5 meter.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.