Kamis, 18 Jun 2026 05:23 WIB

Mengenal Kapten Kasihin, Pejuang Kemerdekaan Asal Tulungagung

Keluarga saat berziarah ke makam Kapten Kasihin.(Foto: Bramanta Pamungkas)
Keluarga saat berziarah ke makam Kapten Kasihin.(Foto: Bramanta Pamungkas)

Tulungagung - Kapten Kasihin merupakan pejuang kemerdekaan yang berasal dari Kabupaten Tulungagung. Namanya diabadikan menjadi salah satu nama jalan protokol di wilayah Kecamatan Kedungwaru. Tak hanya di Tulungagung, nama Kapten Kasihin juga diabadikan di Kabupaten Nganjuk. Sebuah monumen dibangun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk untuk mengenang jasa pahlawan yang gugur dalam sebuah pertempuran melawan Belanda.

Kapten Kasihin berasal dari Desa Kalangbret, Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung. Dia merupakan anak ke-10 dari pasangan Tomodiharjo dan Markinah. Semasa remaja, Kapten Kasihin bercita-cita menjadi guru. Namun kondisi peperangan saat itu memaksanya untuk terjun berjuang bersama masyarakat untuk melawan penjajah.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

"Saat meninggal itu masih belum menikah. Waktu itu awalnya mau jadi guru, tapi rupanya malah menjadi pejuang. Kalau cerita pastinya dari guru ke pejuang itu saya kurang bisa merinci," ujar Murtianik (73), salah seorang keponakannya Kapten Kasihin, Senin (22/08/2022).

Dari sejumlah literasi diketahui Kapten Kasihin merupakan Komandan Kompi III Yon 22/Sriti di Kabupaten Nganjuk. Sebagai seorang kapten, Kasihin sering kali ikut terjun langsung ke medan tempur. Ia berhadapan langsung dengan tentara Belanda.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Puncak pertempuran Kapten Kasihin terjadi pada 1949. Saat itu, Kasihin berperang melawan Belanda untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Meskipun sempat bersembunyi untuk menyelamatkan diri, namun Belanda tetap memburunya. Tentara musuh pun lantas membunuhnya di lokasi. Saat ini lokasi pertempuran dan gugurnya Kapten Kasihin di Nganjuk didirikan sebuah prasasti untuk mengenang perjuangannya.

Kapten Kasihin awalnya dimakamkan di Ngajuk. Pada 1969, Pemkab Tulungagung memindahkannya ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Rejoagung. Makamnya berada pada urutan ke-158. Hingga saat ini, pihak keluarga secara rutin masih melakukan tabur bunga di makam tersebut. Hal ini dilakukan untuk selalu mengenang jasa perjuangan Kapten Kasihin.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

"Kami biasanya semua keluarga besar rutin tabur bunga. Terutama saat mau puasa sama mau Lebaran, sesuai dengan amanah kakek nenek kami yaitu ayah ibunya almarhum ini agar selalu menziarahi makam kapten kasihin," pungkasnya.

 

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.