Kamis, 18 Jun 2026 07:32 WIB

Cara Warga Kepulungan Pasuruan, Musnahkan Tumpukan Sampah yang Cemari Lingkungan

  • Penulis : Moch Rois
  • | Minggu, 21 Agu 2022 20:03 WIB
TPS Betas, Desa Kepulungan, Gempol, Pasuruan. (Foto: Moch Rois/jatimnow.com)
TPS Betas, Desa Kepulungan, Gempol, Pasuruan. (Foto: Moch Rois/jatimnow.com)

Pasuruan - Menuntaskan persoalan sampah rumah tangga yang mencemari lingkungan memang membutuhkan ketelatenan. Hal inilah yang menjadi pedoman 4 petugas pemungut sampah di TPS Dusun Betas, Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.

Setiap 3 kali dalam seminggu, 4 personel secara bergantian berangkat pukul 08.00 WIB untuk memungut sampah dengan kendaraan bak motor roda tiga.

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

Meski hanya digaji Rp500 ribu per bulan dari iuran peserta, semangat petugas tak pernah surut.

"Gaji saya Rp500 ribu per bulan. Tapi saya tidak apa-apa karena bisa membuat ligkungan bersih. Juga bermanfaat bagi semua," ungkap Imam (22), salah seorang pemungut sampah di TPS Betas, Minggu (21/8/2022).

Petugas lainnya, Hanik Susanti, mengatakan jika TPS Dusun Betas beroperasi pada tahun 2021 lalu, setelah dibangun oleh Pemerintah Desa Kepulungan.

Berdasarkan hasil musyawarah desa, setiap orang yang menjadi peserta pembuang sampah dikenakan iuran kebersihan Rp10 ribu.

"Kalau orang yang tidak mampu kita tidak tarik iuran, sebagian juga ada yang iurannya hanya mampu Rp5 ribu. Kita terima semua. Kadang orang-orang juga kasih uang lebih, kalau buang sampahnya banyak," ungkap Ketua RT 01 RW 10, ini.

Awal berjalan, dari 300 KK warga Dusun Betas, 200 di antaranya yang bersedia menjadi peserta dengan membayar biaya iuran. Setelah berjalan satu tahun lebih, saat ini sudah 280 KK yang menjadi peserta. Jika ditotal, iuran yang terkumpul mencapai Rp2,6 juta.

Baca Juga: Danantara Indonesia Bentuk Perusahaan Pengelolaan Sampah Terintegrasi

"Jadi proses penyadarannya pelan-pelan. Kadang, warga yang tidak mau bayar iuran, buang sampahnya juga di sini, kita sudah mengingatkan, untuk menjadi peserta tapi tidak direspon. Apalagi, mereka buang sampahnya tidak dipilah dahulu. Tapi kita hanya bisa sabar dan pelan-pelan mengedukasi," terangnya.

Petugas pengolahan sampah di TPS Betas.Petugas pengolahan sampah di TPS Betas.

Hanik yang juga bendahara TPS Betas menambahkan, total volume sampah yang masuk bisa mencapai 7 ton. Semuanya bisa dipilah untuk dijual. Seperti sampah plastik, kaca, foam, sandal dan sepatu bekas, serta sisa makanan.

"Target kami, semua sampah yang masuk bisa diproses secara berkelanjutan. Kalau tidak bisa diproses yang kita musnahkan tanpa sisa dengan cara dibakar," terangnya.

Baca Juga: Simak Rekayasa Lalu Lintas Dampak Pembangunan Jembatan Bokwedi Pasuruan

Dari penjualan hasil pemilahan sampah yang bernilai ekonomis, TPS Betas mendapat pemasukan rata-rata Rp1.250.000 per bulan. Dari keuntungan itu, 20% disetorkan ke kas desa. Sementara 80% keuntungan dibagi untuk 4 petugas pemungut sampah.

"Jadi 4 petugas ini masing-masing dapat 20%. Ibaratnya jadi insentifnya lah," lanjutnya.

Meski dengan gaji minim, Hanik berharap pemerintah desa bisa menjamin kesehatan para petugas pemungut sampah dengan mengikutsertakan BPJS yang dibiayai oleh desa.

"Mereka ini saya nilai sebagai pahlawan kebersihan. Dari 4 petugas pemungut sampah, 1 di antaranya mengalami kecelakaan jatuh dari tosa (motor roda 3). Dia berobat sendiri dan sudah 8 bulan masih belum pulih. Makanya ini saya gantikan. Harapan saya mereka ini dijamin BPJS oleh desa," tandasnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.