Senin, 22 Jun 2026 02:51 WIB

Polisi Dalami Misteri Penyekapan Kasus Jaksa Sodomi Pelajar SMA di Jombang

Kamar hotel yang dijadikan tempat AH melakukan pencabulan pada pelajar SMA dipasang garis polisi. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Kamar hotel yang dijadikan tempat AH melakukan pencabulan pada pelajar SMA dipasang garis polisi. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

Jombang - Kasus dugaan sodomi pelajar SMA di Jombang dilakukan oknum Kejari Bojonegoro terus didalami oleh aparat kepolisian.

Aparat Satreskrim Polres Jombang masih mendalami misteri apakah ada unsur penyekapan di dalam peristiwa tersebut.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

"Yang merupakan korban ini tidak pulang sampai dengan dini hari sekitar 2.30 WIB. Namun terhadap apakah hak itu termasuk penyekapan yang ada dalam pasal 333 KUHP, kami masih mendalami. Dan kita juga dalami terkait dengan materi dugaan pidana yang lain," terang Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Giadi Nugraha, Jumat (19/8/2022).

Dikatakan Giadi, petugas bisa menemukan korban dikarenakan korban ini membawa alat komunikasi. Namun korban tidak mengetahui lokasi tepatnya dia berada.

"Yang bersangkutan korban ini berusaha menghubungi pihak keluarga. Namun tidak disampaikan lokasinya. Akhirnya kita mencari di seputaran Kota Jombang saja," ujar Giadi.

"Namun pada saat melewati sekitar sana (hotel TKP), petugas dan keluarga mendapati motor yang diduga milik korban," bebernya.

Saat ditanya hubungan antara AH, mucikari dan korban, ini seperti apa? Giadi mengatakan belum bisa menjelaskan hal tersebut ke publik.

Baca Juga: Potret Travesti Ludruk, Simbol Perlawanan yang Hadir di Pameran Foto Jombang

Lantaran saat ini penyidik UPPA Satreskrim Polres Jombang masih melakukan pendalaman.

"Terkait materi itu akan kita sampaikan pada rilis selanjutnya karena masih dalam proses pendalaman. Dan sampai saat ini, baik korban, maupun kedua tersangka masih dalam proses pemeriksaan secara intensif di Polres Jombang," kata Giadi.

Lebih lanjut Giadi menjelaskan para tersangka kini masih menjalani pemeriksaan sebagai tersangka. Dan hasilnya dari pemeriksaan tersebut nantinya akan disampaikan ke publik melalui rilis selanjutnya.

Baca Juga: Jombang Terancam Krisis Mikroplastik, Limbah Domestik Jadi Biang Kerok

"Hari ini juga yang bersangkutan masih kami periksa sebagai tersangka, dan materi selanjutnya akan disampaikan pada rilis selanjutnya. Ini terkait hal apa saja yang terjadi didalam peristiwa tersebut," tegasnya.

Giadi memastikan tersangka kedua yang masih usia dibawah umur dan statusnya adalah kakak kelas korban, berperan sebagai mucikari.

"Tersangka yang kedua itu tadi mucikari. Hanya saja tindak pidananya hanya eksploitasi seksual," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.