Jumat, 12 Jun 2026 07:48 WIB

Kadin Jatim: Waspadai Potensi Krisis Energi dan Pangan

  • Penulis :
  • | Jumat, 19 Agu 2022 10:06 WIB
Wakil Ketua Bidang Kerja Sama Antarlembaga Kadin Jatim Fitradjaja Purnama.
Wakil Ketua Bidang Kerja Sama Antarlembaga Kadin Jatim Fitradjaja Purnama.

Surabaya - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur (Jatim) meminta pemerintah dan masyarakat untuk mewaspadai potensi krisis energi dan pangan. Meski pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan II 2022 mencapai 5,44 persen.

"Krisis energi mungkin hanya terpantau melalui pemberitaan. Namun krisis pangan sudah mulai dirasakan dampaknya," ujar Wakil Ketua Bidang Kerja Sama Antarlembaga Kadin Jatim Fitradjaja Purnama di acara Focus Group Discussion (FGD) Economic Outlook 2023, Kamis (18/8/2022) malam.

Baca Juga: Reforma Agraria Dinilai Penting untuk Ketahanan Pangan Nasional

Fitra mencontohkan adanya kabar bakal terjadi kenaikan harga mie instan tiga kali lipat akibat pasokan gandum dari Ukraina tersendat. Menurutnya, itu merupakan pertanda bagimana krisis pangan sudah tampak.

"Meskipun kemarin Menteri Perdagangan sudah menyatakan, nggak kok, enggak tiga kali lipat," tuturnya.

Fitra menilai perekonomian Indonesia sudah menggeliat dan pertumbuhan ekonominya mencapai 5,44 persen. Namun demikian, kondisi tersebut belum bisa dikatakan normal atau kembali seperti sebelum pandemi Covid-19 melanda.

"Tetapi kami sudah bisa percaya diri, sudah bisa optimistis karena kami tumbuh. Berarti kami ada income, berarti kami punya daya beli bagus, kemampuan savingnya bagus, berarti kemampuan investasi juga bagus," tuturnya.

Baca Juga: KADIN Jatim Soroti Ketimpangan Pajak UMKM dan Korporasi

Meski demikian, aktivis 98 ini mengingatkan bahwa perekonomian sedang dibayang-bayangi ancaman inflasi yang tinggi. Jadi perputaran ekonomi harus dijalankan secara hati-hati.

"Yang sudah dua tahun duitnya disimpan, itu tidak bisa tergesa-gesa duitnya diputar," kata dia.

Fitra juga mengingatkan adanya masalah lain. Yaitu, maraknya impor barang konsumsi. Pada 2021, nilai impor B-to-C (Business to Consument/produsen langsung ke konsumen) lewat e-commerce mencapai lebih dari Rp260 triliun.

Baca Juga: PGN Borong PROPER Emas 2025

Dari nilai tersebut, produsen dalam negeri hanya menempati porsi sekitar 6 persen lebih. Sehingga tidak berdampak besar pada pertumbuhan perekonomian nasional maupun daerah.

"Kita dibayang-bayangi pola impor konsumsi dan laju inflasi. Kalau impor untuk produksi, kita bisa lega. Tapi impor untuk konsumsi, tingkat daya konsumsi seperti ini, ini perlu diwaspadai," terang Fitra.

Sementara itu, forum diskusi juga dihadiri Pengamat Ekonomi dari Universitas Airlangga (Unair) Prof Badri Munir Sukoco dan Ketua Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Jawa Timur Sumrambah.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.