Sabtu, 20 Jun 2026 12:48 WIB

Tanaman Padi Roboh Diterjang Angin, Petani di Lamongan Panen Lebih Awal

Panen padi rusak oleh petani Lamongan.(Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Panen padi rusak oleh petani Lamongan.(Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

Lamongan - Sejumlah petani di Lamongan terpaksa panen lebih awal. Pasalnya, tanaman padi mereka roboh diterjang angin. Keputusan melakukan panen lebih awal untuk meminimalisasi kerugian.

Pantauan jatimnow.com, sebagian besar lahan padi di Desa Deket Kulon, Kecamatan Deket, Lamongan, kini mulai dipanen. Minggu (14/8/2022) lalu, angin yang menerjang membuat tanaman padi roboh. Salah satu petani yang memilih mempercepat panen adalah Muhaimin. Meski diakuinya masa panen harusnya pada minggu depan.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

"Nyaris seluruh padi di tanah seluas setengah hektare roboh. Dipanen saja daripada terancam rugi," ungkap Muhaimin, Kamis (18/8/2022).

Padi yang roboh bisa menurunkan harga jual gabah. Selain bercampur dengan lumpur, padi yang basah biasanya dihargai murah.

"Kerugiannya gabah kotor dan basah itu dapat menurunkan harga jual. Makanya menunggu 5 hari sejak roboh baru di panen untuk mengeringkan tanaman yang basah tadi," terangnya.

Baca Juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Belum lagi cuaca kemarau basah. Hujan yang tak dapat diprediksi dapat mengakibatkan gagal panen.

"Ini saya untung cuaca panas. Jadi gabah kering dan harga jual masih tinggi. Per tonnya dihargai Rp5,4 juta. Kalau hujan itu bisa Rp3,8 juta saja," ucapnya.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

Meski demikian, keputusan untuk melakukan panen lebih awal bukan tanpa resiko. Hal itu dapat berdampak pada berat, isi dan kualitas gabah.

"Ini saya masih beruntung, sudah mendekati masa panen. Ada lainnya yang masih berumur muda roboh itu harus didirikan lagi dan mengeluarkan biaya tambahan," tukasnya.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.