Sabtu, 20 Jun 2026 12:00 WIB

Tingkatkan Pendapatan Daerah, Banyuwangi Terapkan E-Tax ke Rumah Makan

  • Penulis :
  • | Kamis, 19 Jul 2018 21:30 WIB
Salah satu tempat usaha yang sudah menggunakan e-tax./Foto: istimewa
Salah satu tempat usaha yang sudah menggunakan e-tax./Foto: istimewa

jatimnow.com - Seiring meningkatnya geliat sektor wisata, upaya peningkatan pendapatan daerah terus digeber Banyuwangi. Pemkab menerapkan tax monitor bagi usaha rumah makan dan sejenisnya. Bagi rumah makan yang nakal atau tidak memasang tax monitor akan mendapat peringatan hingga penutupan tempat usaha.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbupar) Banyuwangi, Muhammad Yanuarto Bramuda, mengatakan, rumah makan dan sejenisnya tumbuh pesat seiring dengan berkembangnya pariwisata di Banyuwangi.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

"Saat ini pemerintah telah berusaha keras agar pariwisata berkembang, sehingga banyak orang yang datang ke Banyuwangi. Sudah sewajarnya dan menjadi kewajiban bagi mereka yang membuka usaha rumah makan dan sejenisnya untuk membayar pajak sesuai dengan aturan," kata Bramuda.

Untuk tempat usaha rumah makan dan sejenisnya dikenakan pajak 10 persen.

Bramuda mengatakan pemkab Banyuwangi telah menerapkan tax monitor, dengan memasang e-tax di tempat usaha rumah makan. Dengan alat ini bisa diketahui jumlah omset di tiap tempat usaha. Sebagai transparansi, wajib pajak juga bisa melihat langsung jumlah pajak yang diterima melalui situs resmi Pemkab Banyuwangi.

Bramuda mengatakan akan menindak tempat usaha yang tidak taat pajak.

"Kami akan berikan peringatan terlebih dahulu. Apabila tiga kali peringatan tidak dihiraukan, kami akan menutup tempat usaha tersebut. Sebaliknya bagi tempat usaha yang taat pajak, akan mendapat reward," kata Bramuda.

Baca Juga: Awasi Gaji Pekerja, DJP Jatim III & BPJS Ketenagakerjaan Integrasikan Data

Dwi Marhen Yono, Kepala Bidang Produk Wisata Disbupar Banyuwangi menambahkan sejak 2017 telah diterapkan tax monitor di sejumlah rumah makan dan warung. Untuk memperluas jangkauan, di tahun 2018 ini disiapkan 900 e-tax untuk wilayah Banyuwangi.

"Program ini mulai resmi diterapkan sejak 21 Juni lalu. Dari 900 e-tax yang disediakan, 200 e-tax telah didistribusikan ke tempat usaha. Targetnya, dua bulan seluruh alat sudah kita sebar se-Banyuwangi," jelasnya.

Marhen mengakui tidak semua tempat usaha rumah makan taat pajak. Bahkan ada rumah makan yang enggan untuk memasang e-tax.

"Alasannya macem-macem yang tidak mau membayar. Kekhawatiran pengunjung akan turun sebenarnya tak beralasan. Karena ada warung sederhana Mie Nyonyor yang sehari bisa setor pajak sampai Rp 1 juta per harinya, omsetnya juga tidak terganggu," ungkapnya.

Baca Juga: Sasar Perusahaan Nakal, BPJS Ketenagakerjaan dan Ditjen Pajak Jatim Gelar Sidak Bareng

"Bagi yang tidak mau memakai e-tax kami akan beri peringatan. Peringatan satu hingga tiga kali. Apabila masih tidak mau, akan kami lakukan penutupan tempat usaha," imbuh Marhen.

Peringatan satu berlaku untuk tujuh hari. Peringatan dua dan tiga masing-masing berlaku tiga hari. Setelah dilakukan penutupan tempat usaha

Penulis/Editor: Erwin Yohanes

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.