Minggu, 14 Jun 2026 21:22 WIB

Merasa Lahannya Diserobot Pengembang, Warga Sidoarjo Blokir Akses Perumahan

Akses jalan menuju Perumahan Mutiara Citra Graha yang ditutup warga. (Foto : Agus for jatimnow.com)
Akses jalan menuju Perumahan Mutiara Citra Graha yang ditutup warga. (Foto : Agus for jatimnow.com)

Sidoarjo - Seorang warga di Sidoarjo menutup akses jalan menuju Perumahan MCG lantaran merasa lahan miliknya telah diserobot dan diakuisisi oleh pihak pengembang perumahan sebagai jalan utama.

Pemblokiran jalan menggunakan bambu atau gedek tersebut dilakukan oleh Agus Rudianto selaku pemilik lahan.

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

Dalam keterangannya, Agus memaparkan, terpaksa melakukan penutupan akses jalan Perum MCG menuju Pasar Desa Bligo tersebut lantaran pihak pengembang perumahan membangun jalan di atas lahan miliknya.

Ia mengaku bahwa pihak pengembang perumahan tidak pernah memberikan akad jual beli lahan yang telah dibangun jalan itu.

"Lahan ini masih milik saya dari ujung barat itu sampai timur sana. Ini sudah ke 5 kalinya saya menutup akses jalan ini karena tak kunjung ada kejelasan dan statusnya masih lahan saya. Tapi realisasinya di lapangan malah sudah berwujud jalan gini yang diklaim milik perumahan," kata Agus.

Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo

Masih dikatakan Agus bahwa permasalahan lahan yang sempat didatangi oleh Wakil Bupati Sidoarjo, Subandi beberapa waktu lalu itu menjadi titik tengah ketegangan antara pihak pengembang dengannya.

"Pas itu ada kesepakatan dalam waktu dua bulan, pengembang harus mengganti lahan ini Rp600 juta. Sesuai luasan yang dipakai untuk jalan ini. Tapi sampai bulan kemarin itu tepat dua bulannya, gak ada tindak lanjut. Jadi saya tutup lagi," katanya.

Baca Juga: Inspirasi Schools Bangun Pembelajaran Global Berbasis Karakter

Ia juga menambahkan, yang terbaru justru ada laporan yang masuk ke Polresta Sidoarjo oleh pihak pengembang perihal perusakan barang secara bersama-sama di wilayah lahan perumahan itu. Hal itu justru menurutnya tidak sesuai dengan kondisi yang ada di lapangan.

"Lah laporan itu buat siapa. Kalau laporan itu buat saya, justru saya mempertanyakan, pengerusakan apa yang saya lakukan. Toh ini lahan saya. Saya gali parit ini di atas tanah saya. Kalau memang sama-sama punya itikad baik, ya ayolah diobrolkan bersama. Saya pegang bukti ini tanah saya, lantas terus gimana enaknya," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.