Jumat, 12 Jun 2026 17:47 WIB

Sinau Bareng Cak Nun, Mas Dhito: Kita Ini Masih Degan

  • Penulis : Yanuar Dedy
  • | Selasa, 16 Agu 2022 16:19 WIB
Mas Dhito dalam acara Sinau Bareng Cak Nun.(Foto: Humas Pemkab Kediri/jatimnow.com)
Mas Dhito dalam acara Sinau Bareng Cak Nun.(Foto: Humas Pemkab Kediri/jatimnow.com)

Kediri - Sinau Bareng Cak Nun atau MH Ainun Nadjib digelar di kawasan Simpang Lima Gumul, Senin (15/8/2022) malam. Acara tersebut merupakan rangkaian perayaan HUT ke-77 RI yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri.

Pada kesempatan itu, Cak Nun meminta warga yang hadir untuk membuat kelompok dan mendiskusikan tahapan kondisi Indonesia. Ia menganalogikan atau mengumpamakan Indonesia dengan evolusi kelapa. Mulai dari bluluk (bunga kelapa yang mulai berbuah), cengkir (buah kelapa kecil), degan (kelapa muda), hingga kelapa.

Baca Juga: Peminat Sekolah Rakyat di Kediri Terus Bertambah, Penjangkauan Terus Berjalan

“Negara kita ini masuk dalam tahapan (evolusi) mana? dan definisikan setiap tahapan evolusi tersebut menurut pandangan kalian,” ucap Cak Nun kepada jamaah dalam rilis yang diterima redaksi.

Usai mendiskusikannya, ketiga kelompok tersebut sinau atau belajar dengan mendiskusikan setiap perkembangan Indonesia dengan perumpaan kelapa. Kemudian dipresentasikan untuk dibedah tuntas.

Menurut Cak Nun, Kediri dengan potensi yang dimiliki akan menjadi matang atau majunya Indonesia. Dari hasil diskusi, ketiga kelompok memiliki pandangan yang sama. Yakni, Indonesia saat ini pada tahapan hampir matang seperti degan.

“Mudah-mudahan matangnya Nusantara dari Kediri. Karena yang menjadi kelapa terlebih dahulu adalah Kediri. Potensinya sangat lengkap dan memenuhi syarat,” ujar Cak Nun.

Kediri telah melewati sejarah bluluk yang dahulu mempunyai Raja Jayabaya serta Empu Bharada. Jadi untuk berevolusi menjadi kelapa, Kediri dirasa paling siap.

Baca Juga: Mas Dhito Berikan Bantuan untuk Menopang Ekonomi Keluarga Nenek Sholikah

“Oleh karena itu, Kediri akan merintis kesadaran dan rasa syukur seperti itu. dan Mas Dhito (sapaan akrab Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana) yang masih muda ini, maka dia yang masih bisa berpikir panjang dan luas. Meruangi kemungkinan-kemungkinan untuk membangun Kediri,” terang Cak Nun.

Di akhir Sinau Bareng, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau Mas Dhito menyebutkan bahwa kesadaran masyarakat mengenai kekuatan, kekurangan hingga potensi yang dimiliki Indonesia sangat besar. Untuk itu, mengajak masyarakat untuk terus bahu-membahu memikirkan langkah-langkah ke depan yang harus dilakukan untuk menuju Indonesia yang matang.

“Seluruh masyarakat yang ada di sini sadar bahwa kita ini masih degan. Lalu apa yang bisa kami lakukan? Berpikir untuk menjadi sebuah kelapa (kematangan),” kata Mas Dhito.

Mas Dhito juga mengapresiasi atas kebersamaan dan keberagaman jamaah dan masyarakat yang hadir dari berbagai penjuru Indonesia.

Baca Juga: Pemkab Kediri Berikan Beasiswa BERANI untuk 58 Atlet Berprestasi

“Terima kasih kepada warga yang hadir. Saya senang ada dari Mojokerto, Palembang, dari Kediri. Artinya Kediri hari ini bagian dari NKRI. Artinya ribuan orang segini saja ada berbagai macam suku bangsa di Indonesia,” pungkasnya.

 

(ADV)

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.