Selasa, 16 Jun 2026 19:31 WIB

Imbas Pembangunan Jembatan, Monumen Perjuangan di Tulungagung Akan Dipindah

Monumen perjuangan Batalyon Sikatan di Tulungagung akan dipindahkan.(Foto: Bramanta Pamungkas)
Monumen perjuangan Batalyon Sikatan di Tulungagung akan dipindahkan.(Foto: Bramanta Pamungkas)

Tulungagung - Sebuah monumen perjuangan di Kabupaten Tulungagung terdampak rencana pembangunan Jembatan Ngujang. Monumen yang dibangun untuk mengenang perjuangan Batalyon Sikatan itu terancam digusur. Rencananya, monumen dipindahkan ke lokasi lain. Meskipun begitu belum diketahui pasti tempat pemindahan monumen perjuangan tersebut.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Tulungagung Dwi Hary Prasetya mengatakan, pelaksana pembangunan Jembatan Ngujang adalah pihak Balai Besar Jalan Nasional Provinsi Jawa Timur. Monumen Batalyon Sikatan berada di sisi Utara jembatan dan dipastikan akan dipindahkan. Pemindahan sudah dikoordinasikan dengan Kodam V Brawijaya.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

"Sudah ada koordinasi dengan Kodam V Brawijaya untuk pergeseran monumen," ujarnya, Selasa (16/08/2022).

Monumen rencananya digeser ke Timur dari lokasi semula. Rencana penggeseran kemungkinan besar dilakukan sebelum proyek renovasi dan perbaikan jembatan dilakukan. Selain monumen Batalyon Sikatan, bangunan lain yang terimbas adalah pagar kompleks pemakaman Tionghoa.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

"Untuk makam itu yang kena hanya pagarnya saja. Sudah ada koordinasi dengan pengelola makam yang ada di sana, sudah nggak ada masalah," tuturnya.

Sementara itu, Komandan Kodim 0807 Tulungagung Letkol Czi Nooris Agus Rinanto mengaku belum mengetahui perihal rencana pemindahan monumen. Pihaknya segera melakukan koordinasi dengan instansi terkait mengenai pemindahan monumen.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

"Pada intinya kami selalu mendukung pembangunan yang dilakukan pemerintah. Terkait rencana pemindahan monumen, kami sarankan tidak menghilangkan nilai-nilai perjuangan para pahlawan," pungkasnya.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.