Selasa, 16 Jun 2026 16:01 WIB

Pembunuhan Nelayan di Kota Pasuruan Bermotif Sakit Hati, Begini Ceritanya

  • Penulis : Moch Rois
  • | Selasa, 16 Agu 2022 12:59 WIB
Tersangka pembunuhan nelayan di Kota Pasuruan.(Foto: Moch Rois)
Tersangka pembunuhan nelayan di Kota Pasuruan.(Foto: Moch Rois)

Pasuruan - Seorang nelayan di Kota Pasuruan tewas di tangan tetangganya sendiri. Korban bernama Saki (60), warga Kelurahan/Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan. Sedangkan pelaku adalah M Ali (29).

Di hadapan polisi, Ali mengaku sakit hati lantaran korban sering menghina dirinya dan orang tua. Bahkan, korban kerap menantang berkelahi atau carok.

Baca Juga: Warning BMKG, Gelombang 4 Meter Ancam Perairan Selatan Jatim 2-5 Juni 2026

"Pelaku ini sakit hati lantaran ia, orang tuanya, dan keluarganya sering dihina korban dengan perkataan tidak senonoh. Bahkan korban juga menantang pelaku bertarung atau carok," jelas Kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota AKP Bima Sakti Pria Laksana, Selasa (16/8/2022).

Tiga hari sebelum insiden penikaman, Saki kembali membuat gara-gara. Ia menyiram halaman rumahnya hingga membasahi rumah Ali. Pelaku yang coba mengingatkan malah ditantang bertarung.

"Perseteruan kedua belah pihak sempat dimediasi, tapi tidak berhasil. Hingga muncul omongan korban menantang pelaku," ungkapnya.

Pelaku yang sudah naik pitam kemudian mencari kesempatan untuk menghabisi korban. Minggu (14/8) sekitar pukul 19.30 WIB, pelaku melihat korban mengayuh sepeda angin seusai pulang salat jamaah isya dari masjid. Ali pun langsung menghadangnya.

Baca Juga: Pedagang Ayam di Malang Tega Bacok Teman, Ini Motifnya

Tanpa banyak bicara, pelaku langsung menikam korban dengan pisau yang dibawanya sebanyak 4 kali. Lalu menyayat dan memukul serta menendang korban hingga ambruk. Setelah itu, korban kabur dengan sepeda motor miliknya untuk bersembunyi di area ladang tidak jauh dari rumahnya.

"Pelaku ini sudah mempelajari aktifitas korban. Kemudian melakukan aksinya saat korban perjalanan pulang dari salat isya di Masjid Jami," terang Bima.

Di satu sisi, Ali mengaku menyesal telah menikam Saki hingga tewas. Ia mengaku khilaf karena sakit hati atas perbuatan korban yang menghina dirinya, orang tua serta keluarga. Selain itu, ia juga meminta maaf kepada keluarga korban.

Baca Juga: Polres Madiun Ringkus Buron Pembunuhan Pemilik Warung di Saradan

"Setelah bebas nanti, saya akan ke rumah keluarga korban untuk minta maaf. Saya menyesal," ucap M Ali.

 

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.