Senin, 15 Jun 2026 11:08 WIB

Melihat Lomba Balap Karung Pakai Helm Pengocok Perut di Jombang

Warga Dusun Mojodadi, Desa Plemahan, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang saat mengikuti lomba balap karung dengan menggunakan helm (Foto-foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Warga Dusun Mojodadi, Desa Plemahan, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang saat mengikuti lomba balap karung dengan menggunakan helm (Foto-foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

Jombang - Dusun Mojodadi, Desa Plemahan, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang dipenuhi suara gelak tawa warga saat lomba balap karung pakai helm dimulai, Senin (15/8/2022) malam.

Lomba itu digelar dalam rangka menyemarakkan peringatan HUT ke-77 Kemerdekaan RI. Selain lomba balap karung pakai helm, di kampung ini juga digelar lomba menggiring balon dengan terong.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

Peserta lomba melibatkan anak-anak hingga dewasa. Meski sederhana, lomba agustusan ini mengocok perut warga yang menonton.

Keseruan lomba ini berlangsung sejak Minggu malam hingga Selasa besok. Ini menjadi momen tersendiri bagi warga. Walaupun sulit, warga mengaku terhibur mengikuti lomba ini.

"Sangat sulit tapi senang. Sulitnya karena kita masuk karung, jadi sangat capek sekali. Tapi hati terasa senang dan acaranya meriah," ungkap Nur Alvin Fahreza, salah satu peserta lomba.

Sementara Deny Sulistianto, panitia lomba mengatakan, gelak tawa warga ini pecah saat melihat anak-anak menggiring bola dari balon dengan terong yang diikat pada pinggang menggunakan seutas tali.

Baca Juga: Potret Travesti Ludruk, Simbol Perlawanan yang Hadir di Pameran Foto Jombang

Warga Dusun Mojodadi, Desa Plemahan, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang saat mengikuti lomba balap karung dengan menggunakan helmWarga Dusun Mojodadi, Desa Plemahan, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang saat mengikuti lomba balap karung dengan menggunakan helm

"Siapa yang sampai pada garis finish sejauh 50 meter itulah pemenangnya," ungkap Deny.

Menurut Deny, lomba yang paling seru dan banyak diikuti warga, baik usia anak-anak maupun dewasa adalah lomba balap karung menggunakan helm.

Baca Juga: Jombang Terancam Krisis Mikroplastik, Limbah Domestik Jadi Biang Kerok

"Setiap peserta harus masuk ke dalam karung dan diikat, kemudian menggunakan helm sebagai pelindung kepala. Begitu hitungan ke tiga, para peserta langsung melompat hingga banyak yang jatuh bergelimpangan," katanya.

"Meski jatuh bangun mereka tidak merasa sakit tapi malah tertawa karena lucu. Dan sekaligus mereka justru merasa senang," sambung Deny.

Meski berlangsung sederhana, lomba agustusan tersebut berlangsung meriah dan penuh semangat.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.