Rabu, 17 Jun 2026 21:18 WIB

Melihat Tradisi Jamasan Tombak Kiai Upas di Tulungagung

Prosesi jamasan tombak Kiai Upas di Tulungagung.(Foto: Bramanta Pamungkas)
Prosesi jamasan tombak Kiai Upas di Tulungagung.(Foto: Bramanta Pamungkas)

Tulungagung - Pemeritah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung menggelar jamasan pusaka tombak Kiai Upas. Prosesi ini dilakukan setiap tahun pada Jumat di bulan Suro dalam penanggalan Jawa. Tombak diyakini sebagai pusaka milik bupati terdahulu yang diturunkan turun-temurun ke pemimpin sekarang. Pusaka disimpan di area Kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip Tulungagung.

Menurut sejarah, tombak Kiai Upas merupakan pusaka milik Ki Ageng Mangir, menantu raja mataram yang menolak tunduk. Setelah Ki Ageng Mangir meninggal, tombak kemudian disimpan di Pendopo Kanjengan Tulungagung. Pusaka juga berkaitan dengan sejarah berdirinya Kabupaten Tulungagung.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Ritual jamasan diawali dengan kirab kesenian Reog yang mengiringi dayang atau putri membawa air dari 9 sumber. Air kemudian dicampur dengan kembang tujuh rupa dan digunakan untuk menjamas tombak Kiai Upas.

Bupati Tulungagung Maryoto Birowo mengatakan, kegiatan ini merupakan tradisi yang dilakukan setiap tahun. Selain melestarikan tradisi, jamasan juga bertujuan untuk membersihkan karat yang ada pada bagian mata tombak. Ritual juga menjadi salah satu agenda budaya yang digelar setiap tahun.

"Jadi tidak hanya menjamas saja, tadi ada tarian Reog kendang juga. Harapannya bisa menjadi destinasi wisata juga," ujarnya, Jumat (12/08/2022).

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Prosesi jamasan tombak Kiai Upas di Tulungagung.(Foto: Bramanta Pamungkas)Prosesi jamasan tombak Kiai Upas di Tulungagung.(Foto: Bramanta Pamungkas)

Maryoto meyakini prosesi jamasan bisa mendatangkan wisatawan untuk berkunjung dan menyaksikannya. Hal ini perlu dikoordinasikan dengan banyak pihak agar kegiatan jamasan bisa menjadi even yang menarik.

"Tentunya jamasan ini akan dikemas sehingga menjadi menarik wisatawan," imbuhnya.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Sementara itu, pegiat budaya Kemendikbud Ristek Monish Pandu Hapsari menerangkan bahwa ritual jamasan sudah terdaftar sebagai Warisan Budaya Tak Benda sejak 2019. Selain jamasan tombak Kiai Upas, terdapat dua ritual lain yang juga terdaftar dalam Warisan Budaya Tak Benda. Yakni, tradisi ulur-ulur dan manten kucing .

"Dengan terdaftarnya sebagai Warisan Budaya Tak Benda, pemerintah bisa mengalokasikan anggaran untuk kegiatan tersebut, " pungkasnya.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.