Sabtu, 20 Jun 2026 20:38 WIB

Kapal Cinta Kembar Hilang Misterius di Perairan Madura, 3 Hari Hilang Kontak

ilustrasi
ilustrasi

Sumenep - Kapal layar motor (KLM) Cinta Kembar diketahui hilang kontak sejak hari Minggu malam, (7/8/2022). Kapal perahu milik Bapak Syamsul warga pulau Kangean Sumenep itu sedang mengangkut bahan bangunan dari Pelabuhan Kalianget menuju Pelabuhan Batu Guluk, Kecamatan Arjasa.

Sampai saat ini KLM Cinta Kembar belum sampai di Pulau Kangean. Padahal, jika perjalanan lancar seharusnya Senin dini hari (8/9/2022) kapal sudah sampai di pelabuhan Batu Guluk.

Baca Juga: Pulang dari Malaysia, Fauzi Bangun Layanan Keuangan Warga Kangean

Saat dikonfirmasi, Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Sapeken, Edi Kuswanto membenarkan infomasi tersebut. Pihaknya mengakui jika pemilik kapal adalah warga Pulau Kangean.

"Saya mendapatkan informasi itu dari mas Agus. Kami tindaklanjuti ke sejumlah pihak terkait," ucapnya.

Baca Juga: Dua Hari Hilang, Nelayan Sampang Ditemukan Tewas di Muara Sreseh

Pihaknya menerangkan, KLM Cinta Kembar terdiri dari satu nahkoda dan dua anak buah kapal (ABK). Sampai saat ini belum diketahui posisi kapal yang diduga hilang kontak di sekitar perairan Pulau Raas.

Dikatakan, dugaan hilangnya kapal dilaporkan oleh Agus Junaidi hari Kamis, (11/8/2022) pukul 08.40 WIB. Sehingga ditindaklanjuti oleh Tim Rescue Pos SAR Sumenep dengan menggunakan RIB 01 Sumenep.

Baca Juga: Konversi Energi Kedua Republik Indonesia, Amanat Penderitaan Rakyat Madura

Edi Kuswanto mengungkapkan, pada hari Minggu sore (7/8/2022), salah satu ABK sempat berkomunikasi dengan pihak keluarga. Tapi sejak itu tidak ada komunikasi lagi. Posisi terkahir, KLM Cinta Kembar dikabarkan berada di perairan Pulau Raas.

"Pemilik perahu memang dari Kangean mas. Tapi mereka berangkat dari Pelabuhan Kalianget. Silahkan dikoordinasikan ke Pelabuhan Kalianget," ucapnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.