Kamis, 18 Jun 2026 07:12 WIB

Nggowes 10 Km ke DPRD Jember, Petani Serahkan Sekarung Pupuk Non-Subsidi, Lho?

Jumantoro nggowes 10 Km ke DPRD Jember. (Foto: Dwi Kuntarto Aji)
Jumantoro nggowes 10 Km ke DPRD Jember. (Foto: Dwi Kuntarto Aji)

Jember - Petani asal Kecamatan Jelbuk, Jumantoro melalukan aksi mengayuh sepeda sejauh 10 Kilometer ke gedung DPRD Jember, Rabu (10/8/2022). Ia nggowes sejauh itu demi menyampaikan aspirasinya terkait pembatasan pupuk bersubsidi yang dinilai merugikan petani.

“Hari ini saya sebagai petani, naik sepeda ontel dari rumah ke DPRD, untuk titip pesan bagi Pak Presiden dan wakil rakyat di pusat. Bahwa dengan adanya kebijakan pencabutan pupuk subsidi menjadi kado istimewa bagi petani di HUT ke-77 RI. Bukan petani semakin berdaya, tapi petani semakin menderita," ujar Jumantoro.

Baca Juga: Petani Sekti Ngadu ke DPRD Jember, Desak GTRA Selesaikan Persoalan

Ia menambahkan, dengan kondisi petani saat ini, petani seperti hidup tak mau mati pun segan. Dengan cuaca ekstream dan lain sebagainya, ditambah aturan Permentan Nomor 10 tahun 2022 ini.

"Dari 70 komoditi (pupuk subsidi). Hanya sembilan yang disubsidi. Bahkan Za yang dibutuhkan tembakau rakyat dan hortikultura dicabut. Hanya tinggal UREA dan NPK,” jelasnya.

Dalam aksi tunggal itu, Jumantoro juga melakukan penyerahan satu karung pupuk nonsubsidi kepada DPRD.

"Ini sebagai pesan bagaimana kondisi petani saat ini yang dalam situasi tidak baik-baik saja. Ada 10 Kg pupuk yang saya serahkan ini. Ini adalah perjuangan kami dan supaya presiden riil melihat. Bahwa petani sekarang ini butuh kebijakan untuk petani. Bukan kepentingan pada siapa-siapa,” katanya.

Baca Juga: Kecewa Harga Mentimun Rp500 per Kg, Petani Jember Bagikan Panen Gratis

Sementara Ketua Komisi B DPRD Jember Siswono yang menemui Jumantoro mengatakan, aksi protes yang dilakukan petani adalah bentuk keprihatinan. Perlu perhatian dari pemerintah daerah, untuk ikut memperhatikan keluhan dari petani.

"Terlebih lagi Kementan yang menerbitkan e-RDKK terkait persoalan petani tembakau dan palawija. Tiba-tiba dalam proses perjalanan setengah semester, ada pemotongan (subsidi) tanpa syarat. Bahkan tidak ada sosialisasi, soal kebijakan pencabutan subsidi ini,” kata Siswono.

Ia berharap bupati memberikan ruang, agar Pemkab hadir menalangi kekurangan dari pupuk subsidi ini.

Baca Juga: Warga Mayang Jember Syok Temukan Kerangka Manusia Saat Panen Singkong

"Tentunya dengan APBD. Jangan kemudian, berdalih hal ini sebagai kebijakan sosial,” tegasnya.

Namun demikian, lanjut legislator dari Gerindra ini, dengan adanya pesan agar bisa disampaikan kepada pemerintah pusat.

“Tentunya kita sudah berkoordinasi dengan wakil rakyat kami di tingkat nasional. Nantinya terkait persoalan pupuk subsidi ini akan dibahas juga dalam Rakernas Partai Gerindra,” pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.