Minggu, 21 Jun 2026 06:52 WIB

Pesta Miras Berujung Maut Kini Terjadi di Malang, Satu Warga Meninggal

Polres Malang melakukan identifikasi kasus miras berujung maut (Foto: Humas Polres Malang)
Polres Malang melakukan identifikasi kasus miras berujung maut (Foto: Humas Polres Malang)

Malang - Satu dari empat warga Dusun Patuksari, Desa Plaosan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang meninggal dunia, diduga akibat pesta minuman keras (miras).

Dari data yang diperoleh jatimnow.com, satu warga yang meninggal itu berinisial AJ (30). Sementara DS (30), masih belum sadarkan diri di rumah sakit. Sedangkan dua warga lainnya selamat.

Baca Juga: Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus di Malang, Nilai Investasi Capai Rp800 Miliar

"Kami mengamankan 5 botol minuman keras tanpa merek. Akibat pesta miras, ada dua korban, satu meninggal dan satu dalam perawatan. Kami segera tindaklanjuti agar tidak ada korban lain," terang Kapolres Malang, AKBP Ferli Hidayat, Selasa (9/8/2022) malam.

Menurut Ferli, korban AJ meninggal pada tadi pagi. Sedangkan DS mengalami sesak dan tidak sadarkan diri, dirawat intensif di Rumah Sakit (RS) Wava Husada.

Sebelum meninggal, korban AJ sebenarnya sempat dirawat di RS Ramdhani Husada. Dan kini jenazah AJ telah dimakamkan di Makam Umum Dusun Patuksari.

Baca Juga: Pendaki Ilegal Gunung Semeru Berhasil Dievakuasi, Pengelola Jatuhi Sanksi

Ferli menambahkan, dari hasil pemeriksaan saksi-saksi, diketahui bahwa korban membeli miras di toko milik EP, yang berada di Dusun Talunsono, Desa/Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, sekitar pukul 20.00 WIB, Minggu (7/8/2022).

Pesta miras lalu digelar dari pukul 20.30 WIB sampai sekitar pukul 23.30 WIB. Pesta Miras tersebut diikuti AJ, DS dan dua pemuda lainnya. Tiga botol miras itu diminum di rumah DS.

Setelah pesta miras, DS tidur di teras rumahnya dan korban AJ serta dua pemuda itu kembali ke rumah masing-masing. Namun pada Senin (8/8/2022) sore, AJ mengeluh sakit di sekitar dada. Keluarga sempat membawanya ke Puskesmas Wonosari hingga dirujuk ke RS Ramdhani Husada.

Baca Juga: Lewati Jalur Ilegal, Pendaki Gunung Semeru Dilaporkan Jatuh ke Jurang

"Korban meninggal pagi tadi dan sudah dimakamkan. Keluarga menolak dilakukan autopsi dengan menandatangani surat pernyataan. Namun demikian, kami tetap telusuri dan amankan minuman keras agar tidak ada kejadian lagi," beber Ferli.

Sementara Kapolsek Wonosari, AKP Anwari Sidik menyebut, dari hasil penyelidikan, pihaknya menyita dua botol kosong ukuran 400 ml bekas miras dan 1 botol miras ukuran 400 ml yang berisi cairan kuning bening berisi setengah botol. Lalu dari toko milik EP, disita 5 botol miras tanpa merek.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.