Kamis, 18 Jun 2026 01:50 WIB

Kemenpora Ajak Pemuda se ASEAN Bangun Asia Tenggara Religius dan Toleran

  • Penulis :
  • | Senin, 08 Agu 2022 21:08 WIB
Pembukaan ASEAN Youth Interfaith Camp (AYIC) Tahun 2022 yang digelar Kemenpora di Hotel Sari Pan Pacific Jakarta (Foto-foto: Kemenpora for jatimnow.com)
Pembukaan ASEAN Youth Interfaith Camp (AYIC) Tahun 2022 yang digelar Kemenpora di Hotel Sari Pan Pacific Jakarta (Foto-foto: Kemenpora for jatimnow.com)

Jakarta - Deputi Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Asrorun Niam Sholeh mengajak para agamawan muda terus membangun harmoni sosial dan meningkatkan kerja sama dalam mewujudkan kawasan ASEAN yang religius, toleran, moderat dan penuh kebersamaan.

Hal itu disampaikan Niam saat membuka acara ASEAN Youth Interfaith Camp (AYIC) Tahun 2022 di Hotel Sari Pan Pacific Jakarta, Senin (8/8/2022).

Baca Juga: Sidang Gugatan Hilangnya Dana Nasabah OCBC NISP di Jakarta Hadirkan Ahli dari Unair

AYIC 2022 diselenggarakan secara luring (offline) di Jakarta dan Semarang pada 7 sampai 11 Agustus 2022.

"ASEAN Youth Interfaith Camp adalah program penting dalam mempromosikan nilai-nilai toleransi, moderasi dan saling menghormati dalam masyarakat kita yang beragam. Saya berharap seluruh peserta AYIC dapat memperoleh pengalaman langsung interaksi antarumat beragama secara harmonis, penuh respek dan toleransi, sehingga nantinya akan mampu menjadi agen pelopor moderasi dalam beragama di kawasan ASEAN," jelas Niam.

Akademisi UIN Jakarta itu melihat peran penting pemuda ASEAN dalam mewujudkan komunitas masyarakat Asia Tenggara yang harmonis dan saling menghormati, di tengah keberagaman dan perbedaan yang ada.

"Tiga puluh empat persen penduduk ASEAN terdiri dari kaum muda, dan rekan-rekan adalah bagian dari itu. Sebagai pemuda ASEAN, anda memiliki peran dan tanggung jawab besar dalam menumbuhkan toleransi, harmoni, dan perdamaian di kawasan. AYIC diharapkan dapat menjadi wahana penting untuk saling mengenal, lebih memahami satu sama lain, bertukar pikiran dan berkolaborasi untuk menciptakan komunitas yang harmonis," jelasnya.

Mantan aktivis mahasiswa ini berharap, persahabatan yang terjalin di antara agamawan muda peserta AYIC dapat menjadi salah satu kunci untuk mewujudkan toleransi dan perdamaian di kawasan.

Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora, Asrorun Niam Sholeh saat membuka ASEAN Youth Interfaith Camp (AYIC) Tahun 2022 di Hotel Sari Pan Pacific JakartaDeputi Pengembangan Pemuda Kemenpora, Asrorun Niam Sholeh saat membuka ASEAN Youth Interfaith Camp (AYIC) Tahun 2022 di Hotel Sari Pan Pacific Jakarta

Baca Juga: Gugatan Batas Usia Pemuda Dinilai Egois dan Hambat Regenerasi

"Melalui program ini, saya sangat berharap Anda dapat menjaga persahabatan dan jaringan yang kuat melalui penggunaan platform digital yang efektif untuk menciptakan generasi yang akan merangkul persatuan dalam keragaman dan menghargai toleransi beragama," ujar Niam.

Kegiatan AYIC secara teknis diselenggarakan oleh Kemenpora melalui Deputi Bidang Pengembangan Pemuda, bekerja sama dengan Kemenko PMK, Kemlu dan Kemenag RI.

Tahun 2022 merupakan kegiatan AYIC yang keenam, di mana Tahun 2017 dilaksanakan di Jombang, Jawa Timur, Tahun 2018 di Yogyakarta dan Bali, Tahun 2019 di Jakarta dan Lombok serta Tahun 2020 dan 2021 dilaksanakan secara hybrid di Jakarta.

AYIC merupakan implementasi ASEAN Declaration on Culture of Prevention for a Peaceful, Inclusive, Resilient, Healthy and Harmonious Society yang diinisiasi oleh Indonesia dan menjadi kegiatan tahunan ASEAN.

Baca Juga: PGN Raih Prestasi Bergengsi di ASEAN Corporate Governance Conference & Awards 20

Deklarasi ini menekankan pada pendekatan berbasis masyarakat (upstream approach), sehingga manfaat ASEAN dapat dirasakan di tataran akar rumput, serta dapat berkontribusi terhadap terciptanya perdamaian dan kestabilan kawasan.

AYIC 2022 diikuti oleh 30 pemuda dari tujuh negara anggota ASEAN, yaitu Filipina, Indonesia, Kamboja, Myanmar, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Mereka akan melakukan diskusi tentang keragaman dan berbagi pengalaman mewujudkan moderasi beragama, membangun toleransi, dan mewujudkan kebersamaan.

Acara dilanjutkan dengan tour ke lokasi-lokasi sarana ibadah yang menjadi simbol keagamaan yang ada di Jakarta dan Semarang serta bertemu dengan tokoh-tokoh agama dan pemuda lokal.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.