Minggu, 21 Jun 2026 10:22 WIB

Pemkab Trenggalek Luncurkan Desa Nol Perkawinan Anak, Ini Harapan Novita Hardini

Ketua Tim Penggerak PKK Trenggalek, Novita Hardini, saat peringatan HAN di Pendhapa Manggala Praja Nugraha. (Foto: Kominfo Kab. Trenggalek/jatimnow.com)
Ketua Tim Penggerak PKK Trenggalek, Novita Hardini, saat peringatan HAN di Pendhapa Manggala Praja Nugraha. (Foto: Kominfo Kab. Trenggalek/jatimnow.com)

Trenggalek - Program Desa Nol Perkawinan Anak dan Desa Safe and Friendly Environment for Children (SAFE4C) baru saja diluncurkan oleh Pemerintah Kabupaten Trenggalek, Senin (8/8/2022).

Melalui peluncuran program di Pendhapa Manggala Praja Nugraha, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, Novita Hardini berharap keberadaan Desa Nol Perkawinan Anak mampu mendorong hak perempuan dan anak di Kabupaten Trenggalek, agar semakin terlindungi.

Baca Juga: Hadiri Sarasehan, Pemkab Trenggalek Mengkaji Penerbitan Obligasi Daerah

"Harapan saya agar memastikan dari mulai anak hingga perempuan itu terlindungi terpenuhi hak-haknya," ungkap Novita Hardini, dalam program Pemkab Trenggalek yang menggandeng UNICEF.

Ketua Forum Puspa ini menyebut, salah satu perlindungan hak perempuan dan anak yaitu melindunginya dari potensi kekerasan.

"Kita tahu angka perceraian itu juga menjadi konsentrasi di Kabupaten Trenggalek, (kasus perkawinan anak) masih tinggi juga itu salah satunya akibat dari belum matangnya usia pernikahan," jelasnya.

Baca Juga: Bupati Trenggalek Serahkan SK Pensiun kepada 90 PNS

"Jadi memang kalau kita kampanye stop di usia pernikahan anak itu sebenarnya kita sama seperti menembak semua sasaran pembangunan," harapnya.

Peluncuran Desa Nol Perkawinan Anak.Peluncuran Desa Nol Perkawinan Anak.

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menambahkan, upaya ini merupakan komitmen Pemerintah Daerah dalam menekan tingginya angka perkawinan anak. Di mana saat ini angkanya masih 15�n terus ditekan dengan peran pencegahan yang dilakukan hingga ke tingkat desa.

Baca Juga: Inflasi di Trenggalek 2,53 Persen, Mas Ipin Gunakan Pendekatan Ekologi

"Karena salah satunya perkawinan ini sebelum didaftarkan di KUA itu mereka juga harus mendapatkan surat pengantar dari desa. Maka desa ini juga bisa menjadi salah satu faktor untuk bisa menekan angka perkawinan anak di desa," jelas Nur Arifin.

"Jadi ini juga perlu disosialisasikan, termasuk tadi kader-kader dari forum anak ini juga bisa jadi teman sebaya. Makanya tadi di-launching ini juga ada lomba TikTok dan segala macam. Harapannya promosi tidak ada perkawinan anak ini menjadi efektif nanti di kalangan mereka sendiri," pungkasnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.