Minggu, 21 Jun 2026 19:08 WIB

Nikmatnya Nasi Gulung, Kuliner Khas Kawasan Tambang Minyak Tua di Bojonegoro

Nasi gulung khas Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, kawasan tambang minyak di Kabupaten Bojonegoro. (Foto-foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)
Nasi gulung khas Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, kawasan tambang minyak di Kabupaten Bojonegoro. (Foto-foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)

Bojonegoro - Di kawasan tambang minyak tua Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, terdapat kuliner unik penggoyang lidah siapa saja yang mencicipinya. Namanya Nasi Gulung.

Kuliner ini semakin hits seiring dengan gencarnya promosi kuliner tradisional khas Bojonegoro.

Baca Juga: Rujak Uleg King Salmon, Inovasi Mewah Excotel di Festival Rujak Uleg 2026

Sesuai namanya, nasi gulung adalah nasi liwet yang digulung dengan daun pisang kemudian diikat rapat dan dimasak kembali hingga matang. Cara memasak ini membuat nasi liwet semakin punel dan harum.

Sebagai pelengkapnya, kudapan ini biasa disajikan dengan sambal teri, rica-rica, sambal jeroan ayam atau oseng ikan laut. Sensasi pedas nan gurih, membuat penikmatnya selalu balik lagi.

Heni, penjual nasi gulung menyebut, menu ini dulunya merupakan bekal bagi para pekerja tambang minyak pada masa pemerintah kolonial Belanda.

Lokasi tambang minyak yang jauh dari pemukiman warga, ditambah minimnya moda transportasi saat itu, membuat istri para pekerja tambang menyiapkan perbekalan untuk di perjalanan dan saat bekerja.

"Dulu disebutnya sego bontot (nasi bekal) untuk pekerja tambang minyak Belanda," jelas Heni, Minggu (7/8/2022).

Nasi liwet yang dimasak dengan digulung daun pisang, buatan Heni.Nasi liwet yang dimasak dengan digulung daun pisang, buatan Heni.

Metode memasak dua kali menggunakan daun pisang, lanjut Heni, agar nasinya awet dan ringkas untuk dibawa sebagai bekal.

Baca Juga: Kota Lama Surabaya Punya Destinasi Baru, 10 Regentstraat

"Nasi liwet yang sudah matang yang digulung dan dimasak lagi ini, bisa awet selama 2 hari," ungkapnya.

"Daun pembungkusnya ini biasanya dari pohon pisang raja, pisang gepok dan pisang susu. Kalau pake daun pisang lain biasanya pas matang itu ada rasa sepat (getir) dan warnanya kurang bagus, jadi kurang cocok," tambahnya.

Setiap hari, ia bisa memasak kiloangram beras untuk membuat nasi gulung. Soal omzet, Heni mengaku bersyukur karena sajian buatannya kini bisa menjadi ladang rizki agar dapur terus mengepul.

"Pokoknya Alhamdulillah, mas. Kadang pagi mau berangkat ada tetangga yang beli dan para pekerja tambang juga, kadang juga ada pesanan dari Bojonegoro kalau pas ada acara," jelasnya.

Baca Juga: Pengurus FKMB UINSA Resmi Dilantik

Warung nasi gulung, kuliner khas Kecamatan Kedewan, Bojonegoro.Warung nasi gulung, kuliner khas Kecamatan Kedewan, Bojonegoro.

Tak jarang, wanita cantik ini juga menerima pesanan dalam jumlah besar untuk hajatan atau acara lainnya. Heni juga bisa melayani pembelian di luar Kecamatan Kedewan.

Untuk seporsi nasi gulung lengkap dengan sambal, Heni mematok harga yang sangat terjangkau, yakni Rp6 ribu saja.

"Tergantung jumlahnya, untuk harganya tetap sama Rp6 ribu, cuma nambah untuk biaya ongkos kirimnya (jika pemesanan di luar Kecamatan Kedewan)," pungkasnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.