Kamis, 11 Jun 2026 16:28 WIB

Balik Nyaleg Lewat PAN, Begini Penjelasan Adik Anas Urbaningrum

  • Penulis :
  • | Rabu, 18 Jul 2018 18:17 WIB

jatimnow.com - Memutuskan kembali maju sebagai bakal calon legislatif (bacaleg) lewat PAN, tak membuat Anna Luthfie khawatir disebut politisi kutu loncat.

"Saya tidak mengenal istilah itu, karena itu menyangkut sesuatu nilai yang harus diugemi (diterima dengan ikhlas)," kata Anna Luthfie saat dihubungi jatimnow.com, Rabu (18/7/2018).

Adik kandung mantan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum yang kesandung kasus korupsi ini berpindah-pindah partai politik, mulai berkarir politik di PAN, Hanura, Partai Perindo dan balik lagi ke PAN.

Mantan anggota Fraksi FPAN yang sempat hijrah ke Perindo ini mengawali karir politik sejak tahun 2000. Dia menjadi Ketua Departemen Pemuda DPW PAN Jatim.

Pada Tahun 2006-2011, dia dipercaya sebagai ketua organisasi sayap PAN yakni BM PAN. Anna sempat terpilih sebagai anggota legislatif DPRD Jatim dan kemudian berhenti di tengah jalan, karena maju sebagai Calon Wakil Bupati Tulungagung 2013.

BACA JUGA: Adik Anas Urbaningrum Balik Lagi ke PAN, Nyaleg dari Sidoarjo

Baca Juga: Dosen Ilmu Politik Unesa Soroti Konsolidasi Kekuasaan-Strategi Geopolitik Nasional

Selepas kalah di Pilkada Tulungagung 2013, Anna bergabung dengan Partai Hanura. Kemudian berpindah lagi ke Partai Perindo.

 Pada Pilkada Tulungagung 2018 ini, Anna Luhtfie akan disandingkan dengann calon bupati Margiono. Namun, Anna batal berpasangan dengan Margiono dan tak ikut running Pilbup Tulungagung.

Batal bertarung di Pilbup Tulungagung, komunikasi Anna dengan PAN lebih intensif. Hingga Anna memutuskan mengajukan pengunduran diri dari Partai Perindo untuk bergabung kembali dengan PAN.

Baca Juga: Menyoal Konsistensi Komunikasi Publlik Pejabat Negara

Dia masuk dalam daftar calon sementara (DCS) DPRD Provinsi Jawa Timur dari daerah pemilihan 2 (Sidoarjo). "Ini bagian perjalanan politik saya. Saya mengawali karir politik sejak tahun 2000 dan itu bukan sesuatu yang pendek," ujarnya.

"Menurut saya, berpolitik itu tentu penuh dengan membangun nilai-nilai dan saya pahami, saya ugemi (terima dengan tulus). Sampai saat ini politik tidak serta merta urusan kekuasaan, tapi urusan sesuatu yang diperjuangkan adalah nilai universal, tentang kemanusiaan, persoalan kesejahteraan, persoalan kerakyatan," tambahnya.

Ia menambahkan, perpindahan dari partai politik satu ke parpol lainnya adalah sesuatu yang normal.

Baca Juga: PKS Jatim Siapkan Pasukan Trainer API, Cetak Pemimpin Lewat Sistem

"Saya pikir satu hal yang penting dan harus terus menerus diproduksi bahwa, kemudian ada masa transisi itu saya pikir bagian dari sesuatu yang normal dan perlu dipahami bagian dari perjalanan politik seseorang," jelasnya.

Reporter: Rois Jajeli
Editor: Budi Sugiharto

Editor : Budi Sugiharto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.