Jumat, 19 Jun 2026 20:44 WIB

Kasus Kredit Macet PT BCM di Sidoarjo Naik Penyidikan, Begini Tanggapan BTN

Kantor Cabang BTN Sidoarjo (Foto: Zainul Fajar/jatimnow.com)
Kantor Cabang BTN Sidoarjo (Foto: Zainul Fajar/jatimnow.com)

Sidoarjo - Kasus kredit macet senilai Rp200 miliar yang menyeret nama PT Blauran Cahaya Mulia (BCM), kini telah naik ke penyidikan. Kasus itu ditangani oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo.

Terkait kasus itu, PT Bank Tabungan Negara (BTN) tegaskan akan selalu menghormati dan kooperatif dengan penegak hukum. Pihak BTN menegaskan bahwa hingga saat ini kredit PT BCM masih berstatus lancar dengan nilai agunan Rp802,7 milliar.

Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo

Nilai tersebut telah sesuai dengan appraisal pada Tahun 2020. Pihak BTN juga menyebut jika nilai jaminan kredit yang ada semakin meningkat.

"Kami menghormati proses hukum dan langkah Kejari Sidoarjo dalam menangani permasalahan PT BCM ini. BTN selalu kooperatif dengan penegak hukum," tegas Corporate Secretary BTN, Achmad Chaerul dalam keterangan tertulisnya, Kamis (4/8/2022).

Chaerul menjelaskan jika kredit investasi yang telah diberikan ke PT BCM memang dipergunakan untuk membiayai kembali objek yang telah ada. Pihaknya, meluruskan bahwa pemberian kredit investasi itu bukan untuk pembiayaan proses pembangunannya.

Dia menyebut bahwa refinancing adalah pemberian kredit investasi untuk pembiayaan kembali atas aset produktif debitur, seperti gedung, pabrik, mesin-mesin yang terlebih dahulu telah dibiayai sendiri oleh debitur/calon debitur dan atau oleh bank lain/bank sendiri.

Baca Juga: Inspirasi Schools Bangun Pembelajaran Global Berbasis Karakter

Pengembalian kreditnya akan bersumber dari hasil usaha debitur yang terkait dengan aset yang dibiayai tersebut atau dari penghasilan lainnya.

Dia mengatakan, pada Tahun 2014 Kantor Cabang BTN Sidoarjo telah memberikan fasilitas Kredit Investasi-Refinancing sebesar Rp200 miliar untuk pengambil alihan (take over) Hotel dan Ballroom The Empire palace dari Bank BNI dan refinancing Hotel dan Ballroom The Empire Palace.

Jaminan atas kredit tersebut terdiri dari 29 bidang sertifikat senilai lebih dari Rp783,4 miliar berdasarkan appraisal Tahun 2014.

Baca Juga: Nasabah Dipecat Bikin Kredit Rp1,3 Miliar Macet, Pegawai Bank Terancam Bui

"Kredit PT BCM saat ini dalam keadaan lancar, dengan outstanding sebesar Rp172,2 miliar (posisi 4 Agustus 2022). Memang PT BCM sempat mengalami permasalahan pembayaran dikarenakaan dan pandemi Covid-19 dan internal debitur. Namun kami telah melakukan serangkaian restrukturisasi untuk mencari solusi terbaik. Sampai saat ini kolektibilitas kredit berstatus lancar," paparnya.

Hotel dan Balroom The Empire Palace berlokasi di Jalan Blauran. Bangunan yang berdiri megah ini dipergunakan untuk penginapan dan pelaksanaan meeting, workshop hingga acara wedding.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.