Jumat, 19 Jun 2026 11:14 WIB

Paripurna LPP APBD Jember Gagal Dua Kali, F-PDIP Tuding Bupati Gagal Komunikasi

Ketua Fraksi PDIP DPRD Jember, Edi Cahyo Purnomo. (Foto: Dwi Kuntarto Aji/jatimnow.com)
Ketua Fraksi PDIP DPRD Jember, Edi Cahyo Purnomo. (Foto: Dwi Kuntarto Aji/jatimnow.com)

Jember - Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember menyebut gagalnya pembahasan dan pengesahan LPP APBD 2021 Jember dua kali berturut-turut karena komunikasi tidak berjalan baik.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan Jember Edi Cahyo Purnomo yang juga tidak hadir dalam sidang mengatakan, kegagalan dalam pembahasan dan pengesahan LPP APBD 2021 Jember ini dikarenakan adanya komunikasi tidak baik antara Bupati Jember dan DPRD.

Baca Juga: Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

"Jadi sebenarnya beberapa kali karena Bupati Jember gagal komunikasi dengan DPRD ini dan terlihat sangat buruk sekali, tidak seperti awal dilantik dulu," ujarnya Edi saat ditemui di DPRD Jember, Selasa (2/8/2022).

Ia menerangkan bahwa sikap yang dilakukan oleh anggota Dewan itu, merupakan salah satu bentuk membela kepentingn masyrakat.

"Sikap yang saya ambil ini juga untuk rakyat karena banyak usulan rakyat sampai detik ini belum di setujui oleh Pemkab," akunya.

Ia melanjutkan, komunikasi yang terbangun antara eksekutif dan legislatif ini tidak berjalan dengan baik, dan terbilang buruk. Apalagi, banyaknya masalah yang ada di Jember juga tidak cepat diselesaikan.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Jember Capai 6,35 Persen, Tertinggi di Kawasan Sekar Kijang

"Padahal anggota DPRD Jember ini menampung aspirasi masyarakat yang tidak diakomodir oleh Bupati Jember. Semestinya tidak seperti itu, karena baik Bupati maupun DPRD sama-sama dipilih rakyat dan memiliki tanggung jawab kepada rakyat," imbuhnya.

Salah satu hal yang menjadi persoalan tidak terakomodirnya usulan seperti infrastruktur yang mana menurutnya ini bagian dari langkah untuk menampung aspirasi masyarakat.

"Tujuannya untuk membangkitkan ekonomi masyarakatnya, ditambah ini kan menampung kebutuhan masyarkat yang sempat terdampak pandemi. Sisi lain seperti usulan pembangunan musala itu juga belum bisa diakomodir," tuturnya.

Baca Juga: Petani Sekti Ngadu ke DPRD Jember, Desak GTRA Selesaikan Persoalan

Hal ini berimplikasi luas pada kemiskinan dan pengangguran di Jember yang semakin meningkat, padahal dengan langkah tersebut Edi menjelaskan bisa membantu mengurangi beban pengangguran dan kemiskinan masyarakat.

"Jadi tidak hanya keinginan dari bupati saja, tetapi diakomodir juga usulan dari masyarakat ini sehingga tidak hanya mementingkan pembangunan infrastruktur saja," tegasnya.

Ia menambahkan, ini merupakan langkah dari DPRD untuk memberikan perhatian kepada masyarakat, tetapi sayangnya tidak diakomodir oleh eksekutif.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.

Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Pihak takmir masjid dan warga jemput pelaku di rumah, kini pelaku sudah diserahkan ke pihak berwajib.