Senin, 22 Jun 2026 17:42 WIB

Tradisi Jamasan Pusaka di Situs Totok Kerot Kediri Gunakan 9 Sumber Mata Air

  • Penulis : Yanuar Dedy
  • | Selasa, 02 Agu 2022 17:20 WIB
Prosesi Jamasan Pusaka di Situs Totok Kerot, Kabupaten Kediri (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)
Prosesi Jamasan Pusaka di Situs Totok Kerot, Kabupaten Kediri (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)

Kediri - Jamasan pusaka atau pembersihan benda-benda pusaka menjadi tradisi rutin masyarakat Jawa setiap bulan Suro, termasuk di Kabupaten Kediri. Tradisi ini ada sejak zaman kerajaan dan lestari hingga saat ini.

Di Kabupaten Kediri, Paguyuban Antik Khadiri (Patika) bersama warga dan pegiat budaya menggelar tradisi Jamasan Pusaka di situs Arca Totok Kerot, Kecamatan Pagu, Selasa (2/8/2022). 100 keris lebih disucikan dengan 9 sumber mata air bertuah.

Baca Juga: Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Prosesi sakral itu dimulai dengan kirab pusaka dan tumpeng dari Kantor Desa Bulupasar menuju Situs Arca Totok Kerot. Seluruh peserta mengenakan busana adat Jawa.

Di lokasi jamasan, pusaka dan tumpeng kemudian diserahkan kepada Ki Harjito Mudho Darsono, sesepuh yang akan melakukan ritual Jamasan Pusaka. Pusaka-pusaka berupa keris, tombak dan lainnya ini merupakan peninggalan zaman kerajaan yang sudah berusia ratusan tahun.

Satu per satu pusaka dimandikan menggunakan air yang dicampur dengan aneka bunga. Yang menarik, air tersebut berasal dari 9 sumber mata air bertuah, seperti Air Terjun Sedudo Nganjuk, Sendang Tirto Kamandanu Kediri dan sumber lainnya di sekitar Totok Kerot.

Baca Juga: Munas-Konbes NU Dibuka Malam Ini, Presiden Prabowo Hadir Saat Penutupan

Ketua Paguyuban Antik Khadiri (Patika), Arif Baedowi mengatakan, pensucian terhadap benda pusaka ini dimaksudkan untuk membuang aura negatif yang menempel pada pusaka selama satu tahun.

"Kalau pusaka tidak dijamas, orang dulu bilang bisa membawa sengkala atau mara bahaya," terang Arif.

Jamasan Pusaka di Situs Totok Kerot Kediri ini diinsiasi Patika bersama Paguyuban Panji Joyoboyo. Acara ini baru pertama kali digelar di Kediri dan rencananya akan diadakan rutin setiap tahun.

Baca Juga: Besutan Melangkah ke Jakarta, Bawa Misi Menyelamatkan Ludruk

"Kalau pemilihan tempat ini, karena Totok Kerot merupakan situs yang dimiliki Kediri dan jarang kegiatan seperti ini di sini. Semoga bisa membawa berkah bagi masyarakat sekitar," pungkasnya.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Hilang Kendali, Dua Pemotor Asal Nganjuk Tewas Terjun ke Waduk Kalimati Sidoarjo

Dua pengendara motor tewas tenggelam usai tercebur ke Waduk Kalimati, Prambon, Sidoarjo. Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi jasad keduanya pada Senin dini hari.