Selasa, 16 Jun 2026 19:22 WIB

Kasus Bayi Meninggal Saat Persalinan, DPRD Jombang Siap Pasang Badan

Sekretaris komisi D DPRD Jombang Syarif Hidayatullah atau Gus Sentot.(Foto: Elok Aprianto)
Sekretaris komisi D DPRD Jombang Syarif Hidayatullah atau Gus Sentot.(Foto: Elok Aprianto)

Jombang - Komisi D DPRD Jombang pastikan tidak ada tekanan dan intervensi hukum pada kepihak keluarga bayi Cahaya Rembulan yang meninggal saat proses bersalin di RSUD Jombang. Hal itu disampaikan Sekretaris komisi D DPRD Jombang Syarif Hidayatullah atau Gus Sentot saat ditemui sejumlah jurnalis di ruang rapat Komisi D DPRD Jombang.

"Ya saya siap mendampingi kalau memang nanti ada apa-apa yang diperlukan, nanti bisa ke saya. Asal untuk kebenaran," ujar Gus Sentot, Selasa (2/8/2022).

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

Selain itu, Gus Sentot juga memastikan perlindungan ini sebagai upaya menjernihkan suasana. Mengingat peristiwa ini viral di media sosial (medsos) dan menjadi trending.

"Kami gak akan memperkeruh suasana. Kami ingin Jombang itu kondusif. Ini sudah terkenal di mana-mana. Jadi tren centernya Facebook Jombang, dikit-dikit tentang pelayanan rumah sakit," terang Gus Sentot.

Selian itu, ia memastikan jika Komisi D DPRD Jombang siap menerima aduan dari masyarakat terkait dengan pelayanan kesehatan yang ada di Jombang.

"Yang jelas kami pasang badan. Mereka ini kan sudah kena musibah jangan ditekan, dan mereka ini kan konstituen saya," bebernya.

Baca Juga: Potret Travesti Ludruk, Simbol Perlawanan yang Hadir di Pameran Foto Jombang

Ia berharap RSUD Jombang dan Puskesmas terbuka dengan media.

"Saya berharap agar instansi terkait terbuka dengan media. Saya gak mau dengan adanya kasus ini mereka (RSUD dan Puskesmas) antipati dengan media. Ayoklah kita terbuka dengan media," katanya.

"Hal ini bisa jadi pembelajaran bagi instansi yang lainnya. Karena peristiwa ini keluar di media sosial. Bahkan bukan hanya rumah sakit ini, rumah sakit yang lain juga banyak keluhan. Juga Puskesmas banyak keluhan," sambung Gus Sentot.

Baca Juga: Jombang Terancam Krisis Mikroplastik, Limbah Domestik Jadi Biang Kerok

Ia menegaskan ini merupakan tanggungjawab semua pihak, termasuk pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang.

"Ya minimal mereka (dinas kesehatan) punya standar pelayanan yang jelas," pungkasnya.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.