Minggu, 21 Jun 2026 22:38 WIB

Bayi di Jombang Meninggal saat Persalinan, DPRD Panggil Pihak RSUD dan Puskesmas

Tempat pemakaman Cahaya Rembulan, bayi yang meninggal saat persalinan di RSUD Jombang (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Tempat pemakaman Cahaya Rembulan, bayi yang meninggal saat persalinan di RSUD Jombang (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

Jombang - Kasus meninggalnya bayi pasangan suami istri, Rohma Roudotul Janah (29) dan Yopi Widianto (26) saat proses bersalin di RSUD Jombang, direspon wakil rakyat setempat.

Komisi D DPRD Jombang bakal memanggil semua pihak atas kejadian itu untuk rapat dengar pendapat (hearing) pada Selasa (2/8/2022).

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

"Surat pemanggilan sudah kami layangkan ke RSUD Jombang dan Puskesmas Sumobito," ungkap Ketua Komisi D DPRD Jombang, Erna Kuswati, Senin (1/8/2022).

Politisi PKB ini menegaskan, pemanggilan itu dilakukan karena adanya keluhan keluarga pasien yang bayinya meninggal saat persalinan. Tujuannya untuk mengklarifikasi pihak-pihak terkait. Sehingga detail kronologinya dapat diketahaui.

Erna juga menyayangkan peristiwa itu. Apalagi itu terjadi di rumah sakit pelat merah. Dia berharap pelayanan bisa lebih baik lagi, agar kejadian seperti itu tidak terulang.

"RSUD ini rumah sakit masyarakat, sehingga harus melayani dengan sangat baik," tegas dia.

Baca Juga: Potret Travesti Ludruk, Simbol Perlawanan yang Hadir di Pameran Foto Jombang

Sementara anggota Komisi D, Luluk Setya Wahyuni mengaku sudah turun ke rumah sakit untuk memastikan insiden itu. Berdasarkan informasi yang ia dapat, macetnya persalinan itu karena bahu dari bayi susah keluar atau biasa disebut distosia.

"Pada persalinan yang mengakibatkan bayi meninggal dan akhirnya untuk menyelamatkan nyawa ibu sudah kelelahan dilakukan decapitaci atau pemotongan kepala bayi. Itu diperbolehkan," bebernya.

Namum, sambung Luluk, dalam kasus ini, DPRD tidak hanya ingin mendengarkan keterangan dari pihak rumah sakit saja. Malainkan keterangan dari semua pihak.

Baca Juga: Jombang Terancam Krisis Mikroplastik, Limbah Domestik Jadi Biang Kerok

"Jadi semua dipanggil. Bidan yang menangani di puskesmas, dokter yang ada di rumah sakit," tegas Luluk.

Terpisah, Yopi Widianto yang merupakan ayah dari Cahaya Rembulan mengaku belum mengetahui adanya hearing yang dilakukan DPRD itu. Meski demikian ia akan menunggu untuk mendapatkan kesempatan bercerita di depan wakil rakyat.

"Gak apa-apa. Saya siap. Tapi saya bisanya agak siang, soalnya nanti malam masuk kerja dan baru pulang jam 7 pagi. Itu pun kerja saya di Sidoarjo, jadi butuh waktu. Liat besok mas. Soalnya badan masih kepayahan," ucap Yopi kepada jatimnow.com.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.