Kamis, 18 Jun 2026 05:11 WIB

RSUD Jombang Sebut Merobek Jalan Lahir Berisiko pada Nyawa Ibu Bayi

Makam bayi bernama Cahaya Rembulan yang meninggal saat proses persalinan di RSUD Jombang.(Foto: Elok Aprianto)
Makam bayi bernama Cahaya Rembulan yang meninggal saat proses persalinan di RSUD Jombang.(Foto: Elok Aprianto)

Jombang - Anak pertama pasangan suami istri, Rohma Roudotul Janah (29) dan Yopi Widianto (26) warga Dusun Slombok, Desa Plemahan, Kecamatan Sumobito, Jombang, meninggal dunia saat proses melahirkan di RSUD Jombang.

Bayi berjenis kelamin perempuan itu, meninggal dunia pada tanggal 28 Juli 2022, sekitar pukul 21.00 WIB. Bayi tersebut diberikan nama Cahaya Rembulan oleh kedua orang tuanya. Dimakamkan di TPU Dusun Slombok, Desa Plemahan, Kecamatan Sumobito.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

Menurut keterangan Kabid Yanmed RSUD Jombang, dr Vidia Buana, bayi tersebut meninggal dunia pada saat proses bersalin di RSUD Jombang yang melibatkan tiga dokter, yakni dr Iwan, dr Joko, dr Subur yang merupakan ahli SpOg.

"Pada saat proses bersalin terjadi kemacetan tadi. Pada saat bahu mau keluar itu macetnya terjadi. Terjadi penyulit," ungkap Vidia pada saat pers rilis, Senin (1/8/2022).

Baca Juga: Potret Travesti Ludruk, Simbol Perlawanan yang Hadir di Pameran Foto Jombang

Vidia mengaku terjadinya penyulit inilah yang mengakibatkan bayi terjepit pinggul, pada proses bersalin.

"Kepala lahir normal dan pada saat nyampe di bahu, ini gak bisa keluar, ya pada proses itu meninggal dan agak lama. Dan itu lebih dari 10 menit, bayinya meninggal. Karena bayi tidak bisa diselamatkan maka diputuskan menyelamatkan ibunya," paparnya.

Baca Juga: Jombang Terancam Krisis Mikroplastik, Limbah Domestik Jadi Biang Kerok

Vidia mengaku saat itu, bisa saja dipaksakan bayi untuk keluar dari vagina ibu Rohma. Namun dampak dari proses itu, akan fatal.

"Bisa saja dipaksakan tapi nanti ibunya risiko robek jalan lahir, dan terjadi pendarahan malah tidak terselamatkan dua-duanya," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.