Senin, 22 Jun 2026 20:19 WIB

Memaknai 1 Muharram, Warga Ponorogo Larung Sesaji di Telaga Ngebel

Prosesi larung sesaji dalam rangkaian Grebeg Suro 2022 di Telaga Ngebel, Ponorogo. (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)
Prosesi larung sesaji dalam rangkaian Grebeg Suro 2022 di Telaga Ngebel, Ponorogo. (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)

Ponorogo - Ribuan warga Kabupaten Ponorogo mengikuti prosesi larung sesaji di Telaga Ngebel, Sabtu (30/7/2022). Tradisi ini sekaligus untuk memperingati tahun baru Islam.

Ada 10 tumpeng yang disediakan penyelenggara acara. Sementara ada satu tumpeng agung yang dilarung ke tengah Telaga Ngebel.

Baca Juga: Satu Abad Gontor: Wamenag Puji Peran Pesantren Cetak Generasi Mendunia

Sebelum dilarung, tumpeng diarak para puraga mengelilingi Telaga Ngebel. Tampak warga beramai-ramai memadati sekitar dermaga Telaga Ngebel, demi bisa melihat secara langsung prosesi larungan.

Setibanya di lokasi pelarungan, puraga disambut Tarian Gambyong yang menjadi salah satu prosesi upacara adat. Ada juga penampilan Reog Ponorogo yang semakin memeriahkan acara.

Tumpeng agung kemudian diletakkan di atas rakit untuk dilarung ke tengah telaga. Sementara 9 tumpeng hasil bumi yang terdiri dari sayur dan buah, diperebutkan warga untuk mendapatkan berkah. Jumlah tumpeng yang disediakan, merupakan hasil bumi dari 8 desa di Kecamatan Ngebel.

Baca Juga: Melihat Tradisi Larung Sesaji Gunung Kelud, Sajikan Hasil Bumi di Kawah

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menjelaskan, kegiatan ini merupakan serangkaian acara Grebeg Suro 2022. Sebagai generasi penerus yang diberi amanah, Sugiri berharap masyarakat Ponorogo dapat menanggalkan ego dan gengsi demi kemajuan Bumi Reog.

"Ini perpaduan antara budaya dan santri, kita tidak boleh meninggalkan walaupun itu masa lalu," ujar Kang Giri.

Gelaran hari ini, lanjut Kang Giri, memunculkan spirit kebersamaan, agar doa yang dipanjatkan masyarakat saat 1 Muharram menjadi berkah bagi Ponorogo.

Baca Juga: Melihat Tradisi Grebeg Suro di Pantai Gemah Tulungagung

Kang Giri menyebut, larungan sesaji bermakna mendalam, di mana manusia bersedekah kepada bumi, dan bumi bersedekah pada alam semesta.

"Doa kami, dengan bersedekah agar Ponorogo pada 1 Muharram ini adalah tahun hijrah, hijrah mindset, peradaban dan etos kerja, hijrah kerukunan menjadi lebih Ponorogo lebih baik," pungkasnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.