Selasa, 23 Jun 2026 05:09 WIB

Satu Abad Gontor: Wamenag Puji Peran Pesantren Cetak Generasi Mendunia

Wamenag Romo R. Muhammad Syafi’i hadiri Sarasehan Nasional Kiai Pesantren Ashriyah, Muballigh Alumni Gontor dan FORBIS National Economic Summit and Expo 2026, Sabtu (20/6/2026). (Foto: Ahmad Fauzani/ jatimnow.com)
Wamenag Romo R. Muhammad Syafi’i hadiri Sarasehan Nasional Kiai Pesantren Ashriyah, Muballigh Alumni Gontor dan FORBIS National Economic Summit and Expo 2026, Sabtu (20/6/2026). (Foto: Ahmad Fauzani/ jatimnow.com)

jatimnow.com - Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Ponorogo menggelar Sarasehan Nasional Kiai Pesantren Ashriyah, Muballigh Alumni Gontor dan FORBIS National Economic Summit and Expo 2026, Sabtu (20/6/2026).

Kegiatan yang menjadi bagian rangkaian peringatan 100 tahun Gontor itu dihadiri Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI Romo R. Muhammad Syafi’i, Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, Abu Bakar Ba’asyir, para kiai, ulama, alumni serta tokoh nasional lainnya.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Dalam kesempatan tersebut, Wamenag Romo Muhammad Syafi’i mengapresiasi kiprah Gontor yang dinilainya berhasil menjalankan tiga fungsi utama pesantren sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren, yakni pendidikan, dakwah dan pemberdayaan masyarakat.

“Gontor tidak hanya menjadi lembaga pendidikan, tetapi juga lembaga dakwah dan pemberdayaan. Sudah banyak alumninya yang berdaya dan berkontribusi di berbagai bidang,” kata Syafi’i.

Menurutnya, memasuki usia satu abad, Gontor memiliki tantangan untuk mempertahankan prestasi sekaligus menjawab berbagai persoalan zaman yang semakin kompleks.

Di sisi lain, ia juga menilai Gontor telah melangkah menuju pesantren bertaraf internasional dan siap memberikan kontribusi lebih luas bagi peradaban dunia.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

“Gontor tidak hanya untuk Indonesia, tetapi juga harus mendunia. Saya melihat fondasi itu sudah dirintis dan Gontor siap menata dirinya untuk memberikan kontribusi kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid yang juga alumni Gontor angkatan 1978 menyebut pesantren tersebut mampu menjawab tantangan zaman melalui kolaborasi para alumninya di berbagai sektor.

Menurutnya, nilai-nilai yang diajarkan Gontor telah melahirkan komunitas-komunitas yang berkiprah di bidang pesantren, dakwah, ekonomi hingga berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.

Baca Juga: Pondok Pesantren Gontor Tetapkan 1 Syawal 1447 H Jatuh pada Jumat 20 Maret

Di sisi lain, salah satu pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, KH Hasan Abdullah Sahal, mengatakan sarasehan nasional ini menjadi forum bertukar gagasan, mempererat ukhuwah dan merumuskan langkah strategis menghadapi tantangan masa depan tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan kepesantrenan.

“Kegiatan ini bukan untuk berbangga diri, tetapi sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan 100 tahun Gontor dan ikhtiar untuk menjadi lebih baik di masa mendatang,” tandasnya.

Melalui peringatan satu abad tersebut, Gontor menegaskan komitmennya untuk menjaga warisan, melanjutkan pengabdian serta memperkuat kontribusi bagi umat, bangsa dan peradaban.

Editor : Dadang Kurnia
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.