Jumat, 19 Jun 2026 04:28 WIB

Pekerja PG Djombang Baru Tewas saat Timbang Tebu, 1 Orang Ditetapkan Tersangka

Barang bukti mesin Crane yang diamankan Polisi. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Barang bukti mesin Crane yang diamankan Polisi. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

Jombang - Seorang pekerja dilaporkan meninggal usai terhantam timbangan tebu di PG Djombang Baru. Insiden yang menewaskan Ali Imron (43) terjadi Rabu (27/7/2022). Akibat peristiwa ini, polisi menetapkan satu orang tersangka.

Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Giadi Nugraha menjelaskan, peristiwa bermula saat truk pengangkut tebu masuk ke penimbangan untuk memudahkan pemindahan dari truk ke lori.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

Selanjutnya, operator crane berinisial N (37) warga Desa Jabon, Kecamatan Jombang, menghidupkan mesin crane dan memindahkan tebu.

"Operator itu menggunakan tali sling, memindahkan barang tersebut. Pada saat pemindahan tali sling ini tersangkut. Dan menurut kebiasaan operator crane itu harus diayunkan ke kanan dan ke kiri. Dan biasanya lepas," ungkap Giadi, Jumat (29/7/2022).

Korban yang merupakan Warga Desa Tampingmojo, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, lantas coba mengayunkan crane. Nahas tali sling putus.

Baca Juga: Potret Travesti Ludruk, Simbol Perlawanan yang Hadir di Pameran Foto Jombang

"Sehingga menghantam kepala bagian kiri almarhum," ungkap Giadi.

Korban yang terluka dilarikan ke klinik di dalam PG Djombang Baru. Setelah dilakukan penanganan kurang lebih 2 jam, korban dinyatakan meninggal dunia.

"Jadi meninggalnya akibat luka pada bagian kepala sebelah kiri," tegas Giadi.

Baca Juga: Kandang Ayam di Malang Roboh, 2 Pekerja Tewas Tertimpa Struktur Bangunan

Atas peristiwa itu, Satreskrim Polres Jombang menetapkan N selaku operator crane sebagai tersangka.

"Seusai dengan pasal 359, barang siapa dengan kealpaannya menyebabkan orang lain meninggal dunia, dipidana penjara paling lama 5 tahun," pungkasnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.