Senin, 15 Jun 2026 17:45 WIB

Dekopin Catat 30 Persen Koperasi di Jatim Tidak Aktif

Ketua Umum Dekopin, Sri Untari (Foto-foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)
Ketua Umum Dekopin, Sri Untari (Foto-foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)

Surabaya - Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), Sri Untari menyebut ada 30 persen dari 32 ribu koperasi di Jawa Timur yang tidak aktif.

Untuk itu, Untari berharap, momen pembukaan K-UKM Expo di Grand City hari ini bisa menjadi rangsangan bagi koperasi-koperasi untuk kembali aktif.

Baca Juga: Mahasiswa UNTAG Surabaya Bantu UMKM Mojo Urus Legalitas dan Go Digital

"Itu yang perlu dilakukan pembinaan untuk kemudian diaktifkan kembali," ujar Untari kepada wartawan, Rabu (27/7/2022).

Menurut Untari, tidak aktifnya koperasi bisa dilihat dari intensitas rapat anggota yang dilakukan sebuah koperasi. Karena, setiap aktivitas di dalam koperasi pasti melalui kesepakatan seluruh anggota.

"Gampang banget kalau melihat (masih aktif atau tidak sebuah koperasi), berapa banyak yang rapat anggota itu aktif. Koperasi itu kan dibentuk dari anggota, bukan dari pribadi-pribadi. Itu mereka bisa rapat anggota untuk membubarkan," jelas Sekretaris DPD PDIP Jatim itu.

Baca Juga: Kisah Pelaku UMKM Ring Satu Melejit Berkat Program Lontar Petrokimia Gresik

Pameran produk di K-UKM Expo di Grand City SurabayaPameran produk di K-UKM Expo di Grand City Surabaya

Padahal, lanjut Untari, kontribusi koperasi di Jatim dalam menaikkan geliat ekonomi terhitung mencapai 18,7 persen untuk skala nasional. Artinya, prosentase itu disebutnya sebagai nilai bahwa koperasi-koperasi di Jatim memiliki kualitas yang bagus.

"Saya contohkan dari mulai yang gede itu Sidogiri, KWSG dan masih banyak lagi yang lain-lain, bagus-bagus. Pertama, mampu menyerap tenaga kerja dan kedua, memberikan akses permodalan yang mudah bagi pelaku UKM," beber dia.

Baca Juga: Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Untari menambahkan, Dekopin bersama Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) kini terus berupaya memberikan akses permodalan yang mudah bagi pelaku UKM di Jatim.

"Nanti LPDB datang, biar mereka (pelaku UKM) langsung akses permodalan dari LPDB yang cuma 3 persen. Itu akan sangat mendukung koperasi melempar pinjaman kepada UKM-UKM yang produktif, baik UKM kuliner, UKM kerajinan, IT, pangan dan sebagainya," tandas anggota Komisi E DPRD Jatim tersebut.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.