Minggu, 21 Jun 2026 05:36 WIB

17 Tahun Menanti Realisasi Rencana Pembangunan Dermaga di Pagerungan Sumenep

Belasan tahun warga Pagerungan menunggu janji pemerintah untuk membangun dermaga di Pulau Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Sumenep. (Foto: Dino for jatimnow.com)
Belasan tahun warga Pagerungan menunggu janji pemerintah untuk membangun dermaga di Pulau Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Sumenep. (Foto: Dino for jatimnow.com)

Sumenep - Kapal penumpang dari Sumenep ke Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, sejak tahun 2002 sudah beroperasi. Sejak tahun 2005 sudah direncanakan pembangunan dermaga namun sampai saat ini belum terealisasi, Rabu (27/7/2022).

Dino (36) warga setempat mengaku pada tahun 2002 lalu kapal penyeberangan dari Sumenep ke Pagerungan Besar sudah dilakukan. Sehingga, dinilai berpotensi untuk dikembangkan akibat aktivitas warga cukup padat.

Baca Juga: Pulang dari Malaysia, Fauzi Bangun Layanan Keuangan Warga Kangean

"Sehingga pada tahun 2005 direncanakan akan dibangun dermaga. Sehingga kapal berukuran besar bisa bersandar," katanya.

Namun, sampai saat ini rencana itu belum terealisasi. Setiap kapal datang, perahu nelayan harus siap melakukan penjemputan. Termasuk, jika kapal hendak berangkat untuk mengangkut penumpang.

Masyarakat setempat berharap rencana itu bisa direalisasikan. Hal itu untuk memberikan solusi kesulitan warga saat hendak naik dan turun dari kapal perintis.

"Kami yakin masyarakat akan lebih senang jika sudah ada pelabuhan. Selain lebih mudah juga untuk menghemat biaya transportasi. Sebab penjemputan perahu nelayan juga berbayar," ungkapnya.

Baca Juga: Konversi Energi Kedua Republik Indonesia, Amanat Penderitaan Rakyat Madura

Dikatakan, saat ini hanya ada dermaga terbuat dari kayu yang berusia puluhan tahun. Dermaga itu biasa digunakan perahu kayu. Namun, kondisinya sudah rusak dan nyaris tidak bisa dimanfaatkan.

Untuk diketahui, kapal perintis melayani trayek dari Pelabuhan Banyuwangi menuju Sapeken dan mampir di Pulau Pagerungan. Selanjutnya, menuju Pelabuhan Batu Guluk di Desa Bilis-Bilis Kecamatan Arjasa Pulau Kangean dan bersandar di Pelabuhan Kalianget, Sumenep. Setelah itu kapal menuju Pulau Masalembu, di Sumenep.

Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Sapeken, Edi Kuawanto mengakui selama ini belum ada dermaga. Sehingga, masih memberlakukan sistem rede transport.

Baca Juga: Nenek 76 Tahun di Sumenep Ditemukan Tewas di Dasar Sumur 25 Meter

"Memang belum ada pelabuhan mas. Debarkasi penumpang di Pagerungan Besar diturunkan di tengah laut karena kapal tidak bisa bersandar, " ucapnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.