Kamis, 18 Jun 2026 06:26 WIB

Tanpa Dermaga, Kapal Perintis Jemput Penumpang di Tengah Laut Pagerungan Sumenep

Kapal nelayan melakukan penjemputan penumpang KM Perintis di tengah laut di Desa Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Sumenep.(Foto: Dino for jatimnow.com)
Kapal nelayan melakukan penjemputan penumpang KM Perintis di tengah laut di Desa Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Sumenep.(Foto: Dino for jatimnow.com)

Sumenep - Warga Pulau Pagerungan Besar Kecamatan Sapeken Kabupaten Sumenep masih kesulitan untuk naik dan turun dari kapal perintis. Mereka harus dijemput kapal nelayan di tengah laut akibat tidak ada dermaga.

Selama bertahun-tahun, warga kesulitan saat kapal datang. Baik penumpang yang mau turun maupun mau naik ke kapal perintis meuju Sumenep daratan.

Baca Juga: Pulang dari Malaysia, Fauzi Bangun Layanan Keuangan Warga Kangean

Dino (36), warga Desa Pagerungan Besar mengungkapkan bahwa sejak dulu tidak ada dermaga. Meskipun ada, hanya dermaga dari perahu. Jadi kapal penumpang seperti kapal perintis tidak bisa sandar. Penumpang pun harus diantar dan dijemput perahu nelayan di tengah laut.

"Air lautnya cukup dalam. Mau bagaimana lagi karena kapal tidak bisa bersandar," katanya, Rabu (27/07/2022).

Saat cuaca bersahabat, masih membuat warga tidak was-was. Namun jika cuaca ekstrem, penumpang kesulitan pindah ke kapal kecil. Sebab ombak cukup besar.

Baca Juga: Konversi Energi Kedua Republik Indonesia, Amanat Penderitaan Rakyat Madura

Cuaca ekstrem diperkirakan terjadi Juli hingga Desember. Sejak Agustus, ombak semakin tinggi. Sehingga akan lebih sulit untuk kapal nelayan mengantar dan menjemput penumpang.

"Penumpang di sini banyak. Karena kapal tidak setiap hari. Yang harus dinaikkan juga barang-barang yang tidak sedikit jumlahnya, " ucapnya.

Baca Juga: Nenek 76 Tahun di Sumenep Ditemukan Tewas di Dasar Sumur 25 Meter

Penumpang yang biasa menggunakan fasilitas kapal berasal dari dua desa. Yakni, Desa Pagerungan Besar dan Desa Pagerungan Kecil. Sementara jumlah penduduknya banyak.

 

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.