Kamis, 18 Jun 2026 08:36 WIB

Warga Tulungagung Blokir Kantor KUD Dewi Sri dan Jasa Ekspedisi, Lho Kenapa?

Akses jalan Kantor KUD ditutup dengan sesek bambu.(Foto: Bramanta Pamungkas)
Akses jalan Kantor KUD ditutup dengan sesek bambu.(Foto: Bramanta Pamungkas)

Tulungagung - Warga Desa Beji, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, memblokir akses jalan masuk Kantor KUD Dewi Sri dan sebuah jasa ekspedisi pengiriman barang. Ini merupakan buntut konflik tanah antara pemerintah desa dan KUD. Aksi penutupan dilakukan setelah sebelumnya warga meminta KUD untuk segera mengosongkan bangunan. Sebab bangunan berdiri di atas tanah kas desa. Namun hingga dua bulan, permohonan tersebut diabaikan.

Kepala Desa Beji Khoirudin mengatakan, aksi pemblokiran merupakan ekpresi kekecawaan warga karena pihak KUD enggan mengosongkan kantornya. Selama ini KUD selalu berdalih telah melakukan tukar guling dengan pemerintah desa. Namun mereka tidak dapat menunjukkan buktinya. Mediasi telah beberapa kali dilakukan. Meski begitu, tidak ada kesepakatan yang dicapai dalam proses tersebut.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

"Kalau KUD mau melaporkan atau membawa ke ranah hukum, kami siap. Yang ingin kami lakukan adalah mengambil kembali tanah aset desa," ujarnya, Senin (25/07/2022).

Pihak pemerintah desa mengaku sudah menutup pintu mediasi. Mereka meminta KUD segera mengosongkan bangunan tersebut. Meskipun begitu jika pihak KUD mau melakukan tukar guling, pihak desa masih bersedia dengan beberapa catatan. Di antaranya lokasi tukar guling tanah harus strategis dan ukurannya lebih besar dari yang ditempati KUD saat ini.

"Dalam undang-undang, namanya tukar guling minimal 3 kali lipat dari ukurang sebelumnya," terangnya.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Sementara itu, pemblokiran berimbas dengan aktivitas pengiriman barang di sebuah jasa ekspedisi. Koordinator jasa ekpedisi Indah Cargo Logistik Pradipta mengaku tidak tahu konflik tersebut. Mereka menyewa ruko dan gudang dari pihak KUD selama 5 tahun. Saat ini kontraknya menyisakan 2,5 tahun.

Pemblokiran mengakibatkan kerugian jutaan rupiah setiap hari. Sebab mereka tidak bisa melakukan aktivitas pengiriman secara normal. Untuk menyiasatinya, mereka melakukan komunikasi dengan pelanggan dari atas sesek bambu.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

"Kami berharap pihak KUD segera menyelesaikan permasalahan ini," pungkasnya.

 

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.