Sabtu, 20 Jun 2026 12:00 WIB

Belajar dari YouTube, Emak-emak di Jombang Hasilkan Cuan dari Kain Rajutan

Endah Margi Utami saat merajut kain di rumahnya.(Foto: Elok Aprianto)
Endah Margi Utami saat merajut kain di rumahnya.(Foto: Elok Aprianto)

Jombang - Seorang ibu rumah tangga di Jombang mampu hasilkan cuan dari kain rajutan berbahan benang flannel. Keterampilan tersebut dipelajarinya dari konten media sosial YouTube. Dia adalah Endah Margi Utami (58) asal Desa Kwaron, Kecamatan Diwek, Jombang. Ibu satu anak itu bisa menjual kain rajutan buatannya hingga ke luar Jombang.

Ditemui di rumahnya, Endang mengaku memang sejak dulu hobi merajut. Keterampilannya terus diasah dengan melihat konten di YouTube. Kini merajut kain dengan berbagai karakter pun bisa dilakukannya.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

"Belajarnya ya dari coba-coba sendiri, sambil liat di YouTube gitu. Awalnya itu suka merajut, ya hobi lah namanya gitu. Sejak masih SMP itu, saya sudah coba-coba membuat kerajinan rajutan ini," ujar Endang, Jum'at (22/7/2022).

Pada awal membuat kain rajutan, Endang mengaku sering kali gagal. Namun lama-kelamaan ia akhirnya menemukan teknik yang tepat dalam membuat kain rajutan. Hingga akhirnya mampu membuat berbagai macam kerajinan dari kain rajutan.

"Kerajinannya tambah banyak. Mulai dari tas, hoodie, sepatu, boneka. Saya rasa waktu itu sangat menarik untuk dipajang di toko. Akhirnya saya taruh beberapa kerajinan ini di etalase toko saya ini," bebernya.

Usai dipajang, tak sedikit warga dan rekannya yang berkunjung lantas tertarik untuk membeli karyanya.

"Akhirnya kerajinan rajutan karakter saya jual dan membuka pesanan. Sudah lumayan lama sampai sekarang," katanya.

Baca Juga: Potret Travesti Ludruk, Simbol Perlawanan yang Hadir di Pameran Foto Jombang

Pensiunan Guru Madrasah ini menyebutkan, proses pembuatan kerajinan kain rajutan tidak memakan waktu lama. Untuk yang paling mudah bisa dikerjakan satu atau dua hari. Sedangkan yang sulit bisa sampai satu bulan. Sebab mengerjakan kerajinan tangan seperti ini butuh kesabaran dan ketelitian supaya hasilnya maksimal.

Untuk kain rajutan karakter, Endang membandrol dengan harga beragam sesuai dengan tingkat kesulitannya.

"Mulai dari Rp15 ribu hingga Rp350 ribu. Bisa berubah, ya lihat dari tingkat kesulitannya," tegasnya.

Baca Juga: Jombang Terancam Krisis Mikroplastik, Limbah Domestik Jadi Biang Kerok

Hingga kini, Endang sudah mendapat pesanan dari beberapa kota di luar Jombang.

"Kalau soal pesanannya, Alhamdulillah sudah lumayan meluas. Seperti pesanan dari Jember, Banten, Bogor dan lainnya," tukasnya.

 

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.