Sabtu, 20 Jun 2026 05:09 WIB

Angkat Digitalisasi UMKM Desa, Untag Surabaya Dapat Pendanaan Matching Fun 2022

Verifikasi Kelayakan dan Pembahasan RAB Usulan Program Matching Fund 2022 (Foto: Untag Surabaya/jatimnow.com)
Verifikasi Kelayakan dan Pembahasan RAB Usulan Program Matching Fund 2022 (Foto: Untag Surabaya/jatimnow.com)

Surabaya - Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya berhasil mendapatkan pendanaan program implementasi indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi dari direktorat jenderal pendidikan tinggi (Ditjen Dikti) Matching Fund 2022.

Program yang dikelola oleh Kerja Sama Dunia Usaha dan Kreasi Reka (Kedaireka) merupakan kegiatan yang menjadi jembatan antara perguruan tinggi dengan mitra. Desa Papungan, Blitar, kini menjadi mitra dengan Untag Surabaya dalam program Matching Fund 2022.

Baca Juga: Mahasiswa UNTAG Surabaya Bantu UMKM Mojo Urus Legalitas dan Go Digital

Proposal yang diajukan Untag Surabaya mengangkat judul "Kemandirian Pangan Melalui Pengembangan Sektor UMKM dan Penggunaan Nutrisi Sebagai Bahan Pupuk serta Pakan Organik di Bidang Pertanian, Peternakan, Perikanan". Tujuannya membantu meningkatkan ekonomi wilayah Desa Papungan.

Dosen Fakultas Teknik Prodi Teknik Informatika Ungtag Surabaya, Supangat menyebut, judul tersebut diajukan berdasarkan minimnya kegiatan yang terkait dengan IT menjadi salah satu kendala pada sektor UMKM di Desa Papungan.

Menurutnya, di desa tersebut terdapat produk olahan jenis krupuk yang menjadi andalan namun cara pemasarannya masih secara tradisional. Sehingga dalam hal ini Program Matching Fund Untag Surabaya bisa membantu melakukan support dengan membuatkan platform digital yang tujuannya dalam pengembangan sektor UMKM.

"Sehingga dalam program tersebut, Untag Surabaya membuatkan platform digital untuk berdagang di E-commerce. Adanya platform digital ini diharapkan dapat membantu pelaku UMKM pada proses mengembangkan usahanya. Pelaku UMKM akan diajarkan bagaimana cara berdagang di E-commerce sebagai bentuk kemandirian pangan melalui pengembangan sektor UMKM," papar Supangat, Kamis (21/7/2022).

Supangat berharap program-program Matching Fund Untag Surabaya bisa diimplementasikan pada kegiatan masyarakat di Desa Papungan terutama dalam kegiatan yang terkait dengan IT.

Baca Juga: Kisah Pelaku UMKM Ring Satu Melejit Berkat Program Lontar Petrokimia Gresik

"Yang berkaitan dengan IT harus diutamakan karena dengan begitu sektor UMKM akan lebih banyak dikenal masyarakat," terang anggota usulan Program Matching Fund 2022.

Sementara Ketua Pelaksana Tim Usulan Matching Fund 2022, Hery Murnawan saat kegiatan Verifikasi Kelayakan dan Pembahasan RAB Usulan Program Matching Fund 2022 menerangkan, proses kegiatan Matching Fund nantinya melibatkan mahasiswa dalam pembuatan platform digital.

"Kita ingin produk itu bisa dikenal oleh masyarakat dengan harapan dapat meningkatkan penjualan. Kita akan libatkan mahasiswa sesuai masing-masing bidang dari prodi yang ada. Selain itu perlu adanya pendampingan untuk mengelola e-commerce pada setiap UMKM di Papungan," ujar Hery.

Baca Juga: Untag Surabaya Paparkan Strategi Internasionalisasi Kampus Swasta di Forum Pendidikan Global Tiongkok

Lolosnya kegiatan ini membutuhkan banyak energi dari dosen dan mahasiswa untuk meluangkan tenaga, waktu, dan pikirannya. Sehingga untuk kelancaran kegiatan ini, dia berharap civitas akademika mendukung penuh untuk mengimplementasikan cerminan IKU Untag Surabaya.

Selain itu sebagai Perguruan Tinggi yang menjunjung proses Tri Dharma, Untag Surabaya menanggapi permasalahan yang ada dengan penyusunan proposal kegiatan terkait peningkatan ekonomi Desa Papungan. Hal ini berakibat pada kebutuhan dana, Untag Surabaya telah lolos pendanaan Dikti sebesar 500 juta rupiah.

"Para reviewer yang hadir dalam Verifikasi Kelayakan dan Pembahasan RAB tersebut, selain mendukung Matching Fund usulan Untag Surabaya. Juga mendorong Untag Surabaya untuk mengajukan beberapa kegiatan yang mampu memberikan keuntungan kedua belah pihak dengan output merk dagang kepada Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI)," papar Hery.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.