Sabtu, 20 Jun 2026 23:43 WIB

Jelang Sidang Tuntuan JEP, Kejari Kota Batu Ramai Unjuk Rasa

Aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejari Kota Batu. (Foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)
Aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejari Kota Batu. (Foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)

Kota Batu - Dua kelompok mendatangi Kejaksaan Negeri Kota Batu, Selasa (19/7/2022). Dinamika sosial cukup tinggi ini diduga karena besok Rabu (20/7/2022) bakal digelar sidang pembacaan tuntutan terdakwa JEP di Pengadilan Negeri Malang.

Awalnya, kelompok yang menamakan diri Koalisi Children Protection Malang Raya yang datang terlebih dahulu sekitar pukul 7.30 WIB. Kedatangannya untuk bertemu dengan Kajari Batu, Agus Rujito.

Baca Juga: Polres Malang Ungkap Pencabulan Berkedok Pengobatan Alternatif di Gedangan

Ketua kelompok itu, Daisy Ndoen Pangalila mengutarakan bila koalisi ini terdiri atas sejumlah organisasi dan komunitas yang ada di Malang Raya. Tujuan kehadirannya untuk memberikan dukungan kepada jaksa.

"Sebab jaksa merupakan representasi dan perwakilan dari suara para korban yang merupakan anak-anak. Makanya kita perlu menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kejari Batu yang sudah menangkap dan menahan sebagai jawaban kegelisahan masyarakat luas," ujarnya.

Pasalnya kekerasan seksual merupakan tindakan yang merusak martabat dan harga diri manusia, terutama anak yang menjadi korban. Terlebih kekerasan seksual yang terjadi terhadap anak bukanlah delik aduan, melainkan delik biasa, sifatnya tidak bisa dicabut atau dihentikan proses hukumnya.

"Kekerasan seksual tidak bisa ditolerir harus ada efek jera. Berdasarkan pertimbangan itu, kami sampaikan dukungan kepada Kajar. Kita mendesak JPU menuntut sanksi hukuman pidana maksimal demi keadilan terhadap korban kekerasan seksual di Indonesia," bebernya.

Setelah rampung, sekira pukul 11.00 WIB ada puluhan anak muda yang menggelar aksi damai di depan Kejari Batu. Mereka menamakan diri sebagai Aliansi Pemuda Malang Raya.

Baca Juga: Polres Gresik Bekuk Pelaku Pencabulan Anak Dibawah Umur

Nampak beberapa poster dengan ragam tulisan seperti "Pengadilan Yes, Podcast No", "Kami mempertanyakan kredibilitas Kejaksaan Kota Batu", "Mosi tidak percaya terhadap Kejaksaan Kota Batu", termasuk tulisan "Kami tidak membela korban dan pelaku, tapi kebenaran".

Dalam aksi yang berlangsung kurang lebih 30 menit tersebut nampak tidak terorganisir. Bahkan setelah itu mereka membubarkan diri ada yang menaiki angkutan umum carteran dari wilayah Kota Malang maupun sepeda motor.

Anehnya mereka tidak mau memberikan keterangan apapun kepada para jurnalis meski sudah diminta. Kecurigaan beberapa pihak pun muncul bila aksi mereka merupakan aksi bayaran yang tidak terlatih.

Menanggapi itu, Kepala Kejaksaan Negeri Batu, Agus Rujito menerangkan, aksi unjuk rasa berlangsung tertib dan damai. Meski ada dua pihak secara garis besar mereka mengungkapkan dukungan kepada jaksa agar profesional bekerja.

Baca Juga: Resmob Polres Gresik Gerak Cepat Tangkap Pelaku Pencabulan Pelajar

"Kita pun memastikan bahwa jaksa akan bekerja maksimal serta memperhatikan rasa keadilan di tengah masyarakat secara profesional sesuai undang-undang," tegasnya.

Di singgung sidang besok, JPU memastikan sudah menyiapkan dokumen tuntutan yang akan dibacakan di Pengadilan Negeri Malang. Tapi dirinya enggan menjelaskan detail isi tuntutan dalam dokumen yang sedang disusun.

"Semoga sidang berjalan tertib dan lancar. Kami sesuai ketentuan yang ada dan memperhatikan rasa keadilan di masyarakat," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.