Kamis, 18 Jun 2026 22:14 WIB

Pemerintah Hanya Salurkan 2 Jenis Pupuk Bersubsidi Mulai Oktober

Petani menuang pupuk urea ke dalam ember sebelum ditaburkan.(Foto: ANTARA/Arnas Padda via Republika)
Petani menuang pupuk urea ke dalam ember sebelum ditaburkan.(Foto: ANTARA/Arnas Padda via Republika)

jatimnow.com - Pemerintah resmi menetapkan penyaluran pupuk bersubsidi hanya difokuskan pada dua jenis, yakni Urea dan NPK, dari sebelumnya sebanyak lima jenis pupuk. Masa transisi sebelum perubahan skema penyaluran ditetapkan selama tiga bulan hingga September 2022.

"Kami kasih waktu tiga bulan, untuk (sisa) stok yang sudah telanjur ada di kios penyalur, mulai Oktober sudah dua jenis, tahun depan full dua jenis," kata Direktur Pupuk dan Pestisida, Kementerian Pertanian, Mohammad Hatta saat ditemui Republika.co.id di Denpasar, Bali, Senin (18/7/2022).

Baca Juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Selama ini, jenis pupuk yang mendapatkan subsidi pemerintah yakni jenis Zwavelzure Amonium (ZA), Urea, SP-36, NPK, dan pupuk organik Petroganik. Pupuk bersubsidi juga menyasar hingga 70 komoditas pertanian. Lewat pemangkasan menjadi hanya dua jenis, cakupan komoditas juga ikut dipangkas menjadi hanya sembilan komoditas. Yakni padi, jagung, kedelai, cabai, bawang merah, bawang putih, tebu rakyat, kopi, dan kakao.

Pemangkasan jenis pupuk subsidi sekaligus menindaklanjuti saran dari Panitia Kerja Pupuk Bersubsidi Komisi IV DPR. Di satu sisi, pemfokuskan sasaran program pupuk subsidi sekaligus menyikapi dinamika harga global.

Menurut Hatta, harga pupuk yang paling terdampak kenaikan yakni Urea dan NPK diyakini petani tak akan mampu membelinya. Di satu sisi, dua jenis itu paling dibutuhkan petani.

Langkah itu diharap mampu mendorong optimalisasi hasil pertanian, menjaga ketahanan pangan, dan meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia. Langkah tersebut juga diambil agar produk hasil pertanian Indonesia terutama yang memiliki kontribusi terhadap inflasi bisa terus terjaga.

Hatta tak menampik, nantinya ada keluhan bahkan konflik yang timbul di masyarakat petani. Pemerintah siap menyerap aspirasi petani, agar proses penyaluran pupuk subsidi semakin mudah. Kementan bersama PT Pupuk Indonesia (Persero) juga mulai menerapkan uji coba penggunaan aplikasi digital untuk penebusan pupuk subsidi. Uji dimulai dari Bali.

Tenaga Ahli Utama Kedeputian III KSP Bustanul Arifin mengatakan hal senada. Gejolak dan protes pasti akan bermunculan. Namun pemerintah harus terus memberikan pemahaman kepada masyarakat petani.

Baca Juga: Rakyat Desa Memang Tidak Memegang Dollar, Tetapi Tetap Menanggung Dampaknya

"Setiap perubahan akan begini, terkadang (kebijakan) berubah pun belum cukup, jadi tentu kita akan tunggu kebijakan berikutnya," katanya.

Sementara itu, Komisioner Ombudsman, meminta masyarakat maupun pemerintah daerah ikut mengawasi perubahan kebijakan itu. Tanpa pengawasan bersama, dampak positif yang diharap dari perubahan kebijakan itu tidak akan signifikan.

"Walau sudah ada mitigasi, mudah-mudahan tidak ada kisruh di masyarakat," ujarnya.

Lihat Artikel Asli

Baca Juga: Pemkot Kediri Pastikan Stok Pupuk Subsidi Aman dan Harga Sesuai HET

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama jatimnow.com dengan Republika.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Republika.co.id

 

 

Editor : REPUBLIKA.co.id
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.