Rabu, 17 Jun 2026 17:39 WIB

Honorer Tak Digaji, Eks Kepala Puskesmas Gondang Mojokerto Terancam Nonjob

Puskesmas Gondang Mojokerto. (Foto: Achmad Supriyadi/jatimnow.com)
Puskesmas Gondang Mojokerto. (Foto: Achmad Supriyadi/jatimnow.com)

Mojokerto - Eks Kepala Puskesmas Gondang drg Rosa Priminita dan Sekcam Mojoanyar Poniman telah menjalani sidang kode etik dalam kasus jual beli jabatan yang berlabel honorer.

Keduanya terancam sanksi berupa nonjob yang akan segera turun dan masih menunggu surat keputusan (SK) dari Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati.

Baca Juga: Meimura Bawa Ludruk Besutan ke Kampus, Sentil Eksploitasi Alam Mojokerto

"Tinggal menunggu tanda tangan bupati. Sanksinya juga sudah ditetapkan setelah sidang kode etik digelar," kata Plt Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Mojokerto, Bambang Eko Wahyudi saat dikonfirmasi, Kamis (14/7/2022).

Menurut Bambang, sudah ada 16 nama yang direkomendasikan menggantikan drg Rosa Priminita yang kini menjabat sebagai Kepala UPT Puskesmas Kupang, Jetis.

Baca Juga: Angkat Isu Situs, Ludruk Besutan Bakal Masuk Kampus UNIM Mojokerto

"Segera akan turun (SK). Bupati Mojokerto berkomitmen memberikan sanksi bagi PNS yang melanggar aturan. Prinsipnya bagi PNS yang melanggar aturan harus disanksi sesuai aturan," tegasnya.

Sebelumnya, Diki Ragil Setia Putra (25), salah satu honorer yang tidak digaji mengaku bahwa dirinya tidak menerima honor sampai 22 bulan atau sejak Januari 2019 hingga November 2021 saat Puskesmas Gondang dikepalai drg Rosa Priminita.

Baca Juga: Tutup Tahun 2025, SportTrip Hijaukan Lereng Gunung Penanggungan

Diki yang bertugas di bagian fungsional umum itu menerima surat keputusan (SK) yang ditetapkan dan ditandatangani oleh Kepala UPT Puskesmas Gondang saat itu, Drg Rosa Priminita pada 30 Desember 2019.

Ia hanya menerima honor satu kali senilai Rp200 ribu dan sebelumnya dirinya tidak mendapatkan gaji.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.