Penyelidikan Bocah Korban Jajan Berasap di Ponorogo Dilanjutkan, Ini Hasilnya
- Penulis : Mita Kusuma
- | Kamis, 14 Jul 2022 14:21 WIB
Ponorogo - Kasus bocah TK terkena jajanan berasap hingga harus dirawat di RSU Muslimat Ponorogo memang berakhir kekeluargaan. Namun, pihak kepolisian tetap melakukan penyelidikan dalam kasus ini.
"Kami telah memanggil satu pedagang. Pemilik usaha itu, berinisial R warga Kecamatan Sooko," ujar Kanit Pidana Umum Satreskrim Polres Ponorogo, Ipda Guling Sunaka, Kamis (14/7/2022).
Baca Juga: Satu Abad Gontor: Wamenag Puji Peran Pesantren Cetak Generasi Mendunia
Hasilnya, kata dia, kejadian terbakar jajan berasap ini baru pertama kali terjadi. Padahal usaha tersebut telah dilakukan sejak 8 tahun lalu atau tahun 2014.
Menurutnya, juga dari tabung tersebut memang tidak ada pengamannya. Pasalnya pada saat beli dari pabrik sudah seperti itu.
Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor
"Yang digunakan pedagang itu nitrogen murni. Belinya pada salah satu pabrik di Kabupaten Gresik, " kata Ipda Guling.
Kepada polisi, pemilik usaha berjanji akan berhenti jualan jajan berasap.
Baca Juga: Satreskrim Polres Ponorogo Ungkap kasus Curanmor, Dua Warga Brebes Ditangkap
Sebelumnya, Ahsan Farid Trisnanto, warga Desa Bajang, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, terkulai lemas di ruang perawatan anak RSU Muslimat Ponorogo. Sekujur tubuh bocah TK berusia 5,5 dibalut dengan perban. Ahsan menjadi korban ledakan jajan yang dibelinya.
"Kemarin sore kejadiannya. Anak saya terkena ledakan makanan (es) yang keluar asapnya itu, lo. Dari nitrogen," ujar bapak korban, Sutrisno di RSU Muslimat, Rabu (13/7/2022).
Editor : Zaki Zubaidi