Minggu, 21 Jun 2026 03:53 WIB

Kisah Misteri Dam Peninggalan Belanda di Turipinggir Megaluh Jombang

Bangunan dam yang dibangun pemerintah kolonial Belanda di Desa Turipinggir, Kecamatan Megaluh.(Foto: Elok Aprianto)
Bangunan dam yang dibangun pemerintah kolonial Belanda di Desa Turipinggir, Kecamatan Megaluh.(Foto: Elok Aprianto)

Jombang - Sebuah bangunan pintu air atau dam era kolonial Belanda meninggalkan sejumlah kisah misteri. Dam dibangun pada 1926. Lokasinya di sebelah Sungai Brantas, tepatnya di Dusun Doyong, Desa Turipinggir, Kecamatan Megaluh, Jombang. Bangunan ini lebih dikenal masyarakat dengan sebutan bok mata tiga.

Bangunan dam memiliki aura mistis jika dilihat di sekitar lokasi. Bangungan semakin terlihat menyeramkan karena kondisi yang sudah rusak dan terbengkalai. Banyaknya rumput-rumput yang menutupi area bangunan semakin membuat orang yang ingin mendekat menjadi merinding. Di dalam bangunan terdapat sebuah lori kereta pengangkut tebu yang juga dipenuhi dengan rumput.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

"Bangunan itu peninggalan Belanda yang dibangun pada 1926. Warga sering menyebutnya bok mata tiga karena pintu airnya ada tiga," ujar Kepala Desa Turipinggir Gunasir Wibowo, Rabu (13/7/2022).

Gunasir menyebutkan, banyak cerita mistis yang beredar di kalangan masyarakat. Bahkan ada sosok-sosok misterius sering menampakan diri di hari-hari tertentu.

"Kalau cerita misterius memang sangat banyak yang beredar di kalangan masyarakat," katanya.

Konon, warga masyarakat sekitar ada yang pernah melihat sosok menyerupai manusia. Hanya saja sosok tersebut bisa berjalan di atas sungai. Selain itu, ada juga penampakan sosok bertubuh besar yang juga sering dijumpai warga di sekitar lokasi bangunan.

Baca Juga: Potret Travesti Ludruk, Simbol Perlawanan yang Hadir di Pameran Foto Jombang

"Kalau penampakannya tidak sering, hanya waktu-waktu tertentu saja," terangnya.

Dikatakan Gunasir, bangunan yang dulunya digunakan sebagai pengatur air untuk keperluan pengairan sawah para warga itu memang kondisinya sudah terbengkalai dan tidak berfungsi. Pihak desa berencana melakukan sedikit perbaikan.

"Rencana kami benahi. Kami bangun atapnya. Karena itu merupakan bangunan peninggalan sejarah yang harus kami rawat," paparnya.

Baca Juga: Jombang Terancam Krisis Mikroplastik, Limbah Domestik Jadi Biang Kerok

Saat ini, bangunan dam sering digunakan tempat berfoto para muda-mudi. Karena memang lokasinya cukup bagus untuk foto.

"Kalau sekarang sering dibuat foto sama anak-anak muda," pungkas Gunasir.

 

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.