Senin, 22 Jun 2026 11:34 WIB

Ngaku Petugas Lalu Todongkan Pistol Mainan, Kakak Adik Rampas HP di Tulungagung

Kakak beradik perampas HP saat diringkus polisi (Foto: Humas Polres Tulungagung)
Kakak beradik perampas HP saat diringkus polisi (Foto: Humas Polres Tulungagung)

Tulungagung - Kakak beradik asal Kediri diringkus Unit Reskrim Polsek Ngantru, Tulungagung, setelah teridentifikasi merampas handphone (HP) milik anak di bawah umur.

Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Mohammad Ansori mengatakan, kakak adik itu berinisial SW (34), warga Kecamatan Semen dan PS (45), warga Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Ansori menyebut, perampasan itu dilakukan kedua pelaku pada Mei 2022 lalu. Saat itu korban bersama temannya sedang nongkrong di pinggir lapangan sepakbola Desa Ngantru. Tiba-tiba kedua pelaku datang dan salah satunya menodongkan pistol mainan.

"Mereka berpura-pura menjadi petugas yang sedang melakukan razia," ujar Ansori, Jumat (8/7/2022).

Saat itu, kedua pelaku mengatakan kepada korban bahwa sedang mencari narkoba dan meminta korban untuk tiarap. Keduanya lalu menggeledah korban layaknya polisi yang sedang mencari barang bukti.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Korban hanya bisa pasrah karena takut. Apalagi satu pelaku mengenakan celana bermotif doreng. Setelah mendapat HP korban, kedua pelaku langsung kabur.

"Pelaku membawa kabur handphone korban. Saat beraksi yang ditodongkan pistolnya itu, sampai korban diminta tiarap," terangnya.

Korban yang curiga lalu melapor ke Polsek Ngantru. Berdasarkan laporan itu, Unit Reskrim melakukan penyelidikan hingga berhasil menangkap SW di rumahnya. Dalam pemeriksaan SW mengakui perbuatannya dan mengatakan beraksi bersama PS, kakak kandungnya.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Dari tangan kedua pelaku, disita barang bukti berupa handphone dan pistol mainan.

"Adiknya kita tangkap dulu, kemudian kakaknya menyusul. Keduanya ini kerjanya serabutan dan tukang bangunan," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.