Kamis, 18 Jun 2026 22:49 WIB

Sidang Kekerasan Seksual di Sekolah SPI Kota Batu, Kembali Diwarnai Aksi Demo

Demo Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) di depan PN Kota Malang. (Foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)
Demo Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) di depan PN Kota Malang. (Foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)

Malang - Puluhan orang melakukan aksi demo di depan PN Kota Malang, Rabu (6/7/2022). Mereka menuntut JEP, terdakwa perkara kekerasan seksual di Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) yang disidangkan pengadilan tingkat pertama, segera dihukum pidana.

Aksi demo yang mengiringi sidang beragendakan pemeriksaan terdakwa, digelar secara damai. Ketua Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak Indonesia (RPPAI) Kota Batu, Fuad Dwiyono mengatakan, selain agar dihukum, pihaknya juga ingin adanya penahanan terhadap terdakwa.

Baca Juga: Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus di Malang, Nilai Investasi Capai Rp800 Miliar

"Karena perkara ini sudah cukup lama hingga masuk masa sidang tapi tidak ada upaya penahanan terdakwa. Makanya kita harus mengawalnya agar adil dan berpihak kepada korban," tegas Fuad.

Menurutnya, dengan tidak ditahannya JEP merupakan hal yang tak wajar terjadi di peradilan. Apalagi JEP dan penasihat hukumnya menuduh korban melakukan pembohongan. Dengan dikawalnya perkara ini, Fuad berharap majelis hakim bisa menunjukkan keadilan yang sebenar-benarnya.

Baca Juga: Pendaki Ilegal Gunung Semeru Berhasil Dievakuasi, Pengelola Jatuhi Sanksi

JEP, terdakwa perkara kekerasan seksual di Sekolah SPI Kota Batu saat sidang di PN Kota Malang.JEP, terdakwa perkara kekerasan seksual di Sekolah SPI Kota Batu saat sidang di PN Kota Malang.

"Mereka (JEP dan penasihat hukum) menuduh para korban berbohong, kalau berbohong tolong buktikan. Korban kekerasan seksual itu memiliki beban dan traumatis, kok dituduh berbohong," geramnya.

Baca Juga: Lewati Jalur Ilegal, Pendaki Gunung Semeru Dilaporkan Jatuh ke Jurang

Untuk diketahui, kasus SPI kembali viral lantaran dua korbannya menghadiri podcast milik Deddy Corbuzier. Kanal itupun dibanjiri viewer sebanyak 1,1 juta, dan mendapat 48 ribu like.

Tak hanya itu, video berdurasi 55.40 menit itu juga menuai 16 ribu komentar sejak diunggah selama 5 jam lamanya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.